✝
Daily Word

Hari Minggu Biasa Ke-28

Sunday, October 11, 2026 · in memory of Ben
A devotion that follows the Mass — not a substitute for it.
Pembukaan

Dalam nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus. Semoga rahmat dan damai sejahtera daripada Tuhan kita Yesus Kristus menyertai anda semua.

Tobat

Tuhan, kasihanilah kami. Kristus, kasihanilah kami. Tuhan, kasihanilah kami.

♪ “Kyrie (Reverent Style)” — A song for Ben
Sabda
Bacaan Pertama · Isaiah 25:6-10a
Di gunung ini TUHAN semesta alam akan menyediakan bagi segala bangsa-bangsa suatu perjamuan dengan masakan yang bergemuk, suatu perjamuan dengan anggur yang tua, masakan yang bergemuk dan bersumsum, anggur yang tua yang ditapis endapannya. Dan di gunung ini TUHAN akan mengoyakkan kain kabung yang menyelubungi semua suku bangsa dan tudung yang menutupi segala bangsa-bangsa. Ia akan meniadakan maut untuk seterusnya; dan Tuhan ALLAH akan menghapuskan air mata dari pada segala muka; dan aib umat-Nya akan dijauhkan-Nya dari seluruh bumi, sebab TUHAN telah mengatakannya. Pada hari itu orang akan berkata: 'Sesungguhnya, inilah Allah kita, yang kita nanti-nantikan, supaya kita diselamatkan. Inilah TUHAN yang kita nanti-nantikan, marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita oleh karena keselamatan yang diadakan-Nya!' Sebab tangan TUHAN akan melindungi gunung ini.
Mazmur Tanggapan · Psalm 23:1-3a, 3b-4, 5, 6
R. Aku akan diam di dalam rumah Tuhan sepanjang masa hidupku. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku. R. Aku akan diam di dalam rumah Tuhan sepanjang masa hidupku. Ia menuntun aku di jalan yang lurus oleh karena nama-Nya. Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. R. Aku akan diam di dalam rumah Tuhan sepanjang masa hidupku. Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku melimpah. R. Aku akan diam di dalam rumah Tuhan sepanjang masa hidupku. Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa. R. Aku akan diam di dalam rumah Tuhan sepanjang masa hidupku.
Bacaan Kedua · Philippians 4:12-14, 19-20
Saudara-saudara: Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan. Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku. Namun baik juga perbuatanmu, bahwa kamu telah mengambil bagian dalam kesusahanku. Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus. Dimuliakanlah Allah dan Bapa kita selama-lamanya! Amin.
Injil · Matthew 22:1-14
Yesus berbicara pula dalam perumpamaan kepada mereka: 'Hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya. Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan kawin itu, tetapi orang-orang itu tidak mau datang. Ia menyuruh pula hamba-hamba lain dengan pesan: Katakanlah kepada orang-orang yang diundang itu: Sesungguhnya, hidangan, telah kusediakan, lembu-lembu jantan dan ternak piaraanku telah disembelih; semuanya telah tersedia, datanglah ke perjamuan kawin ini. Tetapi orang-orang yang diundang itu tidak mengindahkannya; ada yang pergi ke ladangnya, ada yang pergi mengurus usahanya, dan yang lain menangkap hamba-hambanya itu, menyiksa mereka lalu membunuhnya. Maka murkalah raja itu, lalu menyuruh pasukannya ke sana untuk membinasakan pembunuh-pembunuh itu dan membakar kota mereka. Sesudah itu ia berkata kepada hamba-hambanya: Perjamuan kawin telah tersedia, tetapi orang-orang yang diundang tadi tidak layak untuk itu. Sebab itu pergilah ke persimpangan jalan-jalan dan undanglah setiap orang yang kamu jumpai di sana ke perjamuan kawin itu. Maka pergilah hamba-hamba itu dan mereka mengumpulkan semua orang yang dijumpainya di jalan-jalan, orang-orang jahat dan orang-orang baik, sehingga penuhlah ruangan perjamuan kawin itu dengan tamu. Ketika raja itu masuk untuk bertemu dengan tamu-tamu itu, ia melihat seorang yang tidak berpakaian pesta. Ia berkata kepadanya: Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke sini dengan tidak mengenakan pakaian pesta? Tetapi orang itu diam saja. Lalu kata raja itu kepada hamba-hambanya: Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi. Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih.'
Aku akan diam di dalam rumah Tuhan sepanjang masa hidupku.
Homili

Pernahkah anda memerhatikan seorang pengembara yang sedang berdiri di pintu gerbang sebuah kota yang asing? Ada saat di mana dia berhenti, menarik nafas dalam-dalam, dan menatap ke dalam—bukan hanya ke arah bangunan atau jalanan, tetapi ke arah kehidupan yang sedang berlangsung di sana. Dia sedang mencari sesuatu yang boleh dia kenali, sesuatu yang membuat dia merasa 'di rumah' walaupun dia berada jauh di tempat orang. Dalam bacaan pertama hari ini, Nabi Yesaya melukiskan gambaran yang sangat indah tentang gunung Tuhan. Ia adalah tempat di mana Tuhan menyediakan jamuan yang mewah, tempat di mana 'Tuhan akan menghapuskan air mata dari setiap wajah'. Ini bukan sekadar jamuan makan; ini adalah jamuan perjumpaan, di mana segala sesuatu yang memisahkan kita daripada Tuhan—kain penutup yang menyelubungi semua bangsa—akan dimusnahkan. Kematian akan ditelan untuk selama-lamanya.

Bayangkan gambaran ini: sebuah meja yang terbentang luas, penuh dengan makanan yang terbaik, di mana setiap orang diundang. Namun, dalam Injil hari ini, kita melihat sesuatu yang berbeza. Kita melihat jemputan yang ditolak. Kita melihat orang-orang yang terlalu sibuk dengan ladang dan perniagaan mereka sehingga mereka mengabaikan jemputan raja. Mereka memilih untuk tinggal di luar, terikat dengan urusan duniawi, sementara raja membuka pintu bagi sesiapa sahaja yang dijumpai di jalanan. Ini adalah jemputan yang radikal. Ia adalah jemputan untuk masuk ke dalam kehidupan yang lebih besar daripada apa yang kita mampu bina sendiri.

Benjamin Vo kita yang tersayang, Ben, adalah seorang anak yang sangat memahami erti 'jemputan'. Kita tahu betapa dia mencintai dunia teknologi—bagaimana dia menyelami kod komputer, membina permainan, dan bagaimana dia dengan penuh semangat membayangkan masa depan melalui 'con chim airlines'. Dia adalah seorang yang sentiasa bersedia untuk melangkah ke hadapan. Dia tidak takut untuk mencuba, tidak takut untuk belajar sesuatu yang baru, dan dia sentiasa membawa semangat yang ceria dalam setiap langkahnya. Ingatkah anda bagaimana dia, pada usia 15 tahun, menawarkan seluruh isi tabungnya untuk membantu bapa saudaranya yang sedang bergelut dengan kesihatan? Dia tidak perlu memecahkan tabung itu, dia tidak perlu berbuat apa-apa, namun tawaran itu—niat hatinya untuk memberikan segala yang dia miliki untuk orang yang dia kasihi—adalah bukti bahawa dia telah menemui intipati Kerajaan Allah di dalam kasih. Dia tidak menunggu jemputan untuk berbuat baik; dia sendiri yang menjadi jemputan itu bagi orang di sekelilingnya.

Alan dan Thao, saya tahu bahawa sejak 13 Jun 2026, hati anda sering terasa seperti rumah yang sedang menunggu tetamu yang tidak kunjung tiba. Anda merindukan Ben. Anda merindukan tawa kecilnya ketika bercerita tentang pesawat, tentang masa depan yang ingin dia bina. Ada saat-saat di mana kesunyian di rumah terasa begitu berat, dan soalan-soalan yang menyakitkan muncul kembali: 'Adakah kami terlepas pandang sesuatu? Bolehkah kami melakukan lebih lagi?' Saya ingin memegang tangan anda sekarang dan mengatakan ini dengan penuh kebenaran: Anda tidak bersalah. Penyakit yang merenggut Ben bukanlah hukuman atas apa pun yang anda lakukan. Tuhan tidak pernah mengirimkan penderitaan untuk menguji atau menghukum kasih sayang seorang ibu atau seorang ayah. Anda telah mencintai Ben dengan kasih yang paling murni. Anda telah memberikan segala-galanya—setiap detik perhatian, setiap doa, setiap usaha. Anda tidak terlepas pandang apa-apa. Lepaskanlah batu rasa bersalah yang berat itu. Tuhan tidak menuduh anda, dan anda tidak perlu menuduh diri sendiri. Beberapa kesedihan datang dari luar jangkauan manusia, dan tidak ada pengawasan yang dapat mencegahnya. Anda telah menjadi orang tua yang sempurna bagi Ben, dan dia tahu itu. Ben tahu betapa dia sangat disayangi.

Dalam suratnya kepada jemaat di Filipi, Santo Paulus menulis, 'Aku dapat menanggung segala perkara di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.' Ini adalah rahsia yang dipelajari oleh Paulus—bahawa dalam kelimpahan mahupun dalam kekurangan, kekuatan itu datang daripada Kristus. Ben telah memeluk kekuatan ini dengan cara yang sangat peribadi. Dia bukan sahaja seorang yang bijak, tetapi dia adalah seorang yang setia. Dia setia kepada keluarganya, setia kepada mimpinya, dan setia kepada kasih yang dia berikan. Sekarang, dia berada di 'Banquet of Heaven', tempat di mana dia tidak lagi perlu menanggung beban apa pun. Dia berada di tempat di mana air mata telah dihapuskan.

Ryan, adik dan sahabat karib Ben, kamu adalah berkat yang luar biasa. Kamu berdua adalah satu pasukan. Jangan biarkan duka membuatmu merasa sendirian. Ben sentiasa ada di sana, dalam setiap kenangan tentang pesawat, dalam setiap mimpi yang kamu bagi. Teruslah hidup dengan berani, teruslah menjadi dirimu sendiri, kerana abangmu sangat menyayangimu dan dia bangga padamu. Kasih yang kalian miliki adalah kekuatan yang akan membawa keluarga ini melalui hari-hari yang paling sukar. Ben tidak pergi ke tempat yang jauh; dia berada di dalam hati Tuhan, dan kerana Tuhan ada di mana-mana, Ben juga dekat dengan anda setiap saat.

Kita sering kali mahu memegang masa depan dengan erat, namun Tuhan memanggil kita untuk melepaskan genggaman itu dan membiarkan Dia yang memegang kita. Tuhan tidak menjanjikan jawapan kepada semua 'mengapa' kita, tetapi Dia menjanjikan kehadiran-Nya. Dia ada di sana ketika anda menangis, Dia ada di sana ketika anda merindukan tawa Ben, dan Dia ada di sana untuk memeluk anda dengan kasih yang tidak berkesudahan. Ben telah meninggalkan jejak kasih di dunia ini. Melalui 'Well of Love' di Cà Mau, kasihnya terus mengalir, memberikan kehidupan kepada mereka yang dahaga. Setiap titis air yang mengalir dari perigi itu adalah peringatan bahawa kasih seorang anak tidak pernah mati; ia terus memberi, terus menyembuhkan, dan terus menyentuh kehidupan orang lain. Ben telah menjadi saluran berkat Tuhan yang luar biasa.

Jangan biarkan duka menutup hati anda. Biarkan ia menjadi ruang bagi kasih Tuhan untuk masuk dan menyembuhkan. Anda tidak berjalan sendirian; anda didampingi oleh malaikat-malaikat Tuhan, dan anda didampingi oleh Ben, yang kini menjadi cahaya yang membimbing anda menuju damai abadi. Teruslah berjalan, teruslah mencintai, dan percayalah bahawa Tuhan yang memegang Ben dalam pelukan-Nya, juga sedang memegang anda dengan kasih yang tidak pernah berkesudahan. Sebelum kita mengakhiri, bawalah satu perkara kecil ini keluar dari sini: Lakukanlah satu tindakan kasih yang sederhana hari ini—mungkin memberikan senyuman kepada seseorang yang kelihatan sedih, atau membantu seseorang yang sedang bergelut dengan hari mereka—sebagai tanda bahawa kasih Ben terus hidup melalui anda. Ben telah meninggalkan jejak kasih di dunia ini. Teruskanlah aliran kasih itu. Anda tidak berjalan sendirian; anda didampingi oleh malaikat-malaikat Tuhan, dan anda didampingi oleh Ben, yang kini menjadi cahaya yang membimbing anda menuju damai abadi. Teruslah berjalan, teruslah mencintai, dan percayalah bahawa Tuhan yang memegang Ben dalam pelukan-Nya, juga sedang memegang anda dengan kasih yang tidak pernah berkesudahan. Amin.

Meditation
♪ “Damai Abadi (Version A)” — A song for Ben
Doa Umat

For the intentions entrusted to Ben on our prayer wall:

“Ben sayang, dalam tidur Abang Huy, Abang Huy melihat Ben datang melawat, memberikan doa agar kita berdua dapat bertemu semula. Semoga Tuhan mengabulkan doa Ben, agar Ben mendapat kedamaian abadi di sisi Tuhan. Jika boleh, datanglah melawat Abang Huy lagi dalam mimpi-mimpi seterusnya ya, walaupun sekadar sapaan atau senyuman mesra seperti dahulu.”
… we entrust to Ben, who carries it to the Lord.
℟ Ben, pray for us.
“Ben, anakku sayang, rindu sangat pada Ben. Terima kasih kerana melawat kami dan Chú Chris malam tadi. Dia beritahu dia nampak Ben menerbangkan helikopter—begitu bebas, gembira, dan kuat di sana. Di sini, kami semakin hari semakin menangis. Sebahagian daripada hati ini terasa mati tanpamu, Ben. Tolong jaga kami, doakan untuk ibu, adik Ryan, dan saya, serta berikan kami kekuatan untuk teruskan hidup. Kami sayang Ben selamanya.” — Dad
… we entrust to Ben, who carries it to the Lord.
℟ Ben, pray for us.
“Ben sayang, dalam tidur Abang Huy, Abang Huy melihat Ben datang melawat, memberikan doa agar kita berdua dapat bertemu semula. Semoga Tuhan mengabulkan doa Ben, agar Ben mendapat kedamaian abadi di sisi Tuhan. Jika boleh, datanglah melawat Abang Huy lagi dalam mimpi-mimpi seterusnya ya, walaupun sekadar sapaan atau senyuman mesra seperti dahulu.”
… we entrust to Ben, who carries it to the Lord.
℟ Ben, pray for us.
“Hari ini genap 100 hari tanpamu. Rindu sangat pada Ben. Datanglah melawat bila-bila masa sahaja! Jumpa lagi nanti! Sayang kamu!” — Dad
… we entrust to Ben, who carries it to the Lord.
℟ Ben, pray for us.
“Ben, hari ini M pergi mengurus dokumen di Cam Ranh, melintasi Lapangan Terbang Cam Ranh. Tiba-tiba perbualan tentang kapal terbang bersama Ben kembali terlintas, terlalu banyak kenangan tentang Ben (M akan simpan rahsia kakaka). Si kecil nakal, tiba-tiba rasa sedih sangat bila teringat akan dirimu. Pergilah ke tempat-tempat yang Ben inginkan dan jangan lupa untuk sentiasa ingat akan keluarga kita ya, sayang adik banyak-banyak. Kalaulah !!!!!!!!!”
… we entrust to Ben, who carries it to the Lord.
℟ Ben, pray for us.
“Apa yang telah terjadi, anakku? Sudah 3 bulan sejak kamu meninggalkan kami. Terlalu merinduimu hingga seluruh badanku terasa sakit. Ibu menangis setiap hari sekarang... Apa yang harus kami lakukan sekarang, Ben? Tolong doakan kami.” — Dad
… we entrust to Ben, who carries it to the Lord.
℟ Ben, pray for us.
“Hey Ben, Rafael Rizzo dan adiknya Ben sangat memerlukan bantuanmu sekarang. Tolong kurniakan mereka kesihatan yang baik dan berikan mereka kekuatan untuk mengharungi semua ini bersama-sama. Tolong jagakan kesihatan Brandon dan Flor juga. Aku sangat merinduimu. Aku tahu kamu berada di syurga, sedang mengawasi kami semua. Bila-bila ada kelapangan, singgahlah melawat, ya? Aku sangat sayangkanmu dan merinduimu!” — Dad
… we entrust to Ben, who carries it to the Lord.
℟ Ben, pray for us.
“Hai Ben - Rindu sangat pada kamu. Menangis sepanjang hari semalam, harapnya hari ini lebih baik. Bimbinglah keluarga kita mengharungi kesedihan ini... Ada seorang budak lelaki berusia 14 tahun yang baru meninggalkan dunia ini pada 12 Ogos... Namanya Phero Aden Vo - carilah dia, mungkin kamu berdua boleh berkawan... Doakanlah saya dan ibu agar diberikan kesihatan yang baik dan kekuatan. Sayang dan rindukan kamu, Ben” — Dad
… we entrust to Ben, who carries it to the Lord.
℟ Ben, pray for us.

🕯 Light your own prayer on the prayer wall →

The Lord’s Prayer

At the Savior’s command and formed by divine teaching, we dare to say:

Bapa kami yang ada di syurga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam syurga. Berilah kami rezeki pada hari ini, dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami mengampuni orang yang bersalah kepada kami, dan janganlah masukkan kami ke dalam pencubaan, tetapi lepaskanlah kami daripada yang jahat. Amin.

Komuni Rohani
Yesusku, aku percaya bahawa Engkau hadir dalam Sakramen Maha Kudus. Aku mengasihi-Mu melebihi segala sesuatu, dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam jiwaku. Kerana sekarang aku tidak dapat menerima-Mu secara sakramental, datanglah sekurang-kurangnya secara rohani ke dalam hatiku. Aku memeluk-Mu seolah-olah Engkau sudah ada di sana, dan aku menyatukan diriku sepenuhnya dengan-Mu. Jangan biarkan aku terpisah daripada-Mu. Amin.
Communion Song
♪ “Hadir-Mu Nyata (Version B)” — A song for Ben
Penutup

Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita daripada segala yang jahat, dan membawa kita kepada kehidupan yang kekal. Amin.

✝ Semoga Saudara sekalian dilimpahi berkat Allah yang mahakuasa: Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus. Amin.

Closing Song
♪ “Harapan Pulang (Version B)” — A song for Ben
Earlier Days
🌐 Languages
Questions or comments? [email protected]