✝
Daily Word

Peringatan Santo Ignatius dari Antiokhia, Uskup dan Martir

Saturday, October 17, 2026 · in memory of Ben
A devotion that follows the Mass — not a substitute for it.
Pembukaan

Dalam nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus. Semoga rahmat dan damai sejahtera daripada Tuhan kita Yesus Kristus menyertai anda sekalian.

Tobat

Tuhan, kasihanilah kami. Kristus, kasihanilah kami. Tuhan, kasihanilah kami.

♪ “Kyrie (Majestic Style)” — A song for Ben
Sabda Tuhan
Bacaan Pertama · Efesus 1:15-23
Saudara-saudara: Karena itu, setelah aku mendengar tentang imanmu dalam Tuhan Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus, aku tidak berhenti mengucap syukur karena kamu. Dan aku selalu mengingat kamu dalam doaku, dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar. Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus, dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya, yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga, jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut, bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang. Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada. Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.
Mazmur Tanggapan · Mazmur 8:2-3ab, 4-5, 6-7
R. Ya Tuhan, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi! Engkau yang memberi kemuliaan-Mu yang mengatasi langit. Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu telah Kauletakkan dasar kekuatan karena lawan-Mu. R. Ya Tuhan, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi! Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan: apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya? R. Ya Tuhan, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi! Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat. Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kautaklukkan di bawah kakinya. R. Ya Tuhan, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi!
Bacaan Injil · Lukas 12:8-12
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: 'Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Anak Manusia juga akan mengakui dia di depan malaikat-malaikat Allah. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, ia akan disangkal di depan malaikat-malaikat Allah. Setiap orang yang mengatakan sesuatu melawan Anak Manusia, ia akan diampuni; tetapi barangsiapa menghujat Roh Kudus, ia tidak akan diampuni. Apabila orang membawa kamu menghadap rumah-rumah ibadat atau kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa, janganlah kamu kuatir bagaimana atau apa yang harus kamu katakan untuk membela dirimu. Sebab pada saat itu juga Roh Kudus akan mengajar kamu apa yang harus kamu katakan.'
Ya Tuhan, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi!
Renungan

Pernahkah anda melihat seseorang yang sedang menulis surat kepada orang yang paling dikasihinya, namun dia tahu bahawa surat itu mungkin menjadi surat terakhir yang sempat ditulisnya? Tangannya mungkin sedikit gementar, bukan kerana takut, tetapi kerana beratnya kasih yang ingin dicurahkan ke atas kertas itu. Dia tidak lagi memikirkan tentang perincian kecil atau hal-hal duniawi yang remeh. Dia hanya memikirkan tentang inti pati—tentang kebenaran yang paling murni yang ingin dia tinggalkan sebagai warisan. Santo Ignatius dari Antiokhia, yang kita peringati hari ini, adalah seorang yang menulis surat-surat seperti itu. Dalam perjalanannya menuju kemartiran, dia tidak merayu untuk dilepaskan. Sebaliknya, dia menulis kepada jemaat dengan semangat yang bernyala-nyala, meminta mereka untuk tidak menghalang jalannya menuju Kristus. Dia memandang kematian bukan sebagai satu titik penamat yang gelap, tetapi sebagai satu pintu gerbang untuk 'menjadi roti Kristus'.

Hari ini, dalam bacaan pertama, Santo Paulus menulis kepada jemaat di Efesus dengan semangat yang serupa. Dia berdoa agar 'mata hati' mereka diterangi, supaya mereka dapat mengetahui 'apa pengharapan yang terkandung dalam panggilan-Nya'. Paulus tidak bercakap tentang teori yang jauh di awang-awangan. Dia bercakap tentang kuasa yang telah membangkitkan Kristus dari antara orang mati dan mendudukkan-Nya di sebelah kanan Allah. Ini adalah satu kuasa yang melampaui segala kuasa dan pemerintahan. Ia adalah kuasa yang memegang segala sesuatu, termasuk setiap saat dalam kehidupan kita yang paling rapuh sekalipun.

Alan dan Thao, saya tahu bahawa bagi anda, dunia ini terasa seperti telah kehilangan kerangkanya sejak Benjamin Vo pulang ke rumah Bapa empat bulan yang lalu. Apabila kita bercakap tentang 'kuasa yang membangkitkan', hati yang sedang berduka sering kali bertanya: 'Di manakah kuasa itu ketika kami memerlukan Ben di sini?' Kita melihat kerusi yang kosong, kita melihat projek-projek teknologi yang tidak sempat disiapkan, dan kita merindukan tawa Ben yang ceria apabila dia bercerita tentang impiannya membina 'con chim airlines'. Kerinduan ini bukanlah tanda kurangnya iman; ia adalah bukti betapa dalamnya kasih yang telah anda berikan kepadanya. Kasih itu tidak hilang. Ia telah diserap ke dalam kasih Tuhan yang abadi.

Mari kita berhenti sejenak dan merenungkan satu imej: Ben yang sedang sibuk di hadapan komputernya, dengan barisan kod yang tersusun rapi di GitHub. Ben memiliki minda yang begitu tajam, mampu memahami sistem yang kompleks dengan begitu mudah. Namun, di sebalik logik dan angka-angka itu, ada hati yang begitu lembut dan penuh empati. Ingatkah anda ketika Ben, pada usia 15 tahun, menawarkan seluruh isi tabungnya untuk membantu bapa saudaranya yang sedang bergelut dengan kesihatan? Dia tidak memecahkan tabung itu, dia tidak perlu berbuat apa-apa secara fizikal; tawaran hatinya sudah cukup untuk menunjukkan siapa dia sebenarnya. Itulah Ben. Dia adalah seorang yang memberi, seorang yang mencintai, dan seorang yang hidupnya berakar pada kebaikan. Kasih itu tidak hilang. Ia kini berada di tempat di mana tiada lagi 'test' yang perlu diuji, tiada lagi kod yang perlu dibetulkan, tiada lagi kesakitan yang perlu ditanggung.

Saya tahu, di tengah-tengah duka yang masih segar, ada suara yang sering berbisik di dalam hati anda, terutamanya pada waktu malam yang sunyi. Anda bertanya, 'Adakah kami terlepas pandang sesuatu? Bolehkah kami melakukan lebih lagi?' Saya ingin mengangkat batu beban itu daripada bahu anda hari ini. Dengarkanlah dengan segenap hati anda: Anda tidak bersalah. Penyakit yang merenggut Ben bukanlah hukuman atas apa pun yang anda lakukan. Tuhan tidak pernah mengirimkan penderitaan untuk menguji atau menghukum kasih sayang seorang ibu atau seorang ayah. Anda telah mencintai Ben dengan kasih yang paling murni dan sempurna. Anda telah memberikan setiap detik perhatian, setiap doa, dan setiap penjagaan yang terbaik. Anda tidak terlepas pandang apa-apa. Lepaskanlah rasa bersalah itu. Tuhan tidak menuduh anda, dan anda tidak perlu menuduh diri sendiri. Beberapa kesedihan dalam dunia ini datang di luar batas kawalan manusia, dan tiada pengawasan yang dapat mencegahnya. Anda telah menjadi orang tua yang luar biasa bagi Ben, dan dia tahu itu dengan segenap hatinya. Tuhan tidak memandang anda dengan penghakiman; Dia memandang anda dengan belas kasihan yang tidak terhingga.

Dalam Injil hari ini, Yesus memberikan satu janji yang sangat indah: 'Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, ia juga akan diakui oleh Anak Manusia di depan malaikat-malaikat Allah.' Ben telah mengakui Kristus melalui cara dia hidup—melalui kasihnya yang tulus, melalui keinginannya untuk memberi, dan melalui semangatnya yang tidak pernah padam. Kini, Ben sedang diakui di hadapan para malaikat. Dia berada di 'Banquet of Heaven', tempat di mana dia melihat wajah Bapa secara langsung. Dia tidak lagi terikat dengan dunia yang penuh dengan keterbatasan. Dia sedang terbang tinggi, lebih tinggi daripada mana-mana pesawat yang pernah dia kagumi, lebih tinggi daripada mana-mana 'con chim airlines' yang pernah dia bayangkan.

Ryan, adik yang dikasihi, abangmu Ben sangat bangga padamu. Kamu adalah sebahagian daripada pasukan yang hebat. Jangan biarkan duka membuatmu merasa sendirian. Ben sentiasa ada di sana, dalam setiap kenangan tentang pesawat, dalam setiap mimpi yang kamu bagi. Teruslah hidup dengan berani, teruslah menjadi dirimu sendiri, kerana kasih abangmu sentiasa menyertaimu. Keluarga ini adalah satu pasukan yang kuat, dan kasih yang kalian miliki adalah kekuatan yang akan membawa anda melalui hari-hari yang paling sukar. Seperti yang pernah dirasai dalam mimpi ayahmu, Ben sentiasa memerhatikan dan mengasihi kalian.

Yesus juga berpesan, 'Janganlah kamu kuatir tentang bagaimana atau apa yang harus kamu katakan... sebab pada saat itu juga Roh Kudus akan mengajar kamu.' Roh Kudus adalah Penghibur yang dijanjikan. Apabila anda merasa tidak mampu untuk meneruskan hari, apabila anda merasa kata-kata tidak lagi mencukupi, biarkan Roh Kudus yang berbicara di dalam hati anda. Biarkan Dia menjadi nafas yang menenangkan duka anda. Tuhan tidak menjanjikan jawapan kepada semua 'mengapa' kita, tetapi Dia menjanjikan kehadiran-Nya. Dia ada di sana ketika anda menangis, Dia ada di sana ketika anda merindukan tawa Ben, dan Dia ada di sana untuk memeluk anda dengan kasih yang tidak berkesudahan.

Ben telah meninggalkan jejak kasih di dunia ini. Melalui 'Well of Love' di Cà Mau, kasihnya terus mengalir, memberikan kehidupan kepada mereka yang dahaga. Setiap titis air yang mengalir dari perigi itu adalah peringatan bahawa kasih seorang anak tidak pernah mati; ia terus memberi, terus menyembuhkan, dan terus menyentuh kehidupan orang lain. Ben telah menjadi saluran berkat Tuhan yang luar biasa. Kasihnya terus bekerja, melampaui batas ruang dan waktu, mengingatkan kita bahawa kehidupan yang singkat pun boleh meninggalkan kesan yang kekal abadi.

Janganlah melihat ke belakang dengan penyesalan. Lihatlah ke depan dengan harapan bahawa suatu hari nanti, di tempat di mana tidak ada lagi perpisahan, anda akan bertemu kembali dengan Ben. Kita sering kali mahu memegang masa depan dengan erat, namun Tuhan memanggil kita untuk melepaskan genggaman itu dan membiarkan Dia yang memegang kita. Tuhan memegang Ben dalam pelukan-Nya, dan Dia juga sedang memegang anda dengan kasih yang tidak pernah berkesudahan. Ben kini menjadi cahaya yang membimbing anda menuju damai abadi.

Sebelum kita mengakhiri, bawalah satu perkara kecil ini keluar dari sini: Lakukanlah satu tindakan kasih yang sederhana hari ini—mungkin memberikan senyuman kepada seseorang yang kelihatan sedih, atau membantu seseorang yang sedang bergelut dengan hari mereka—sebagai tanda bahawa kasih Ben terus hidup dan mengalir melalui anda. Teruslah berjalan, teruslah mencintai, dan percayalah bahawa kasih Tuhan lebih besar daripada segala duka yang kita alami. Ben kini berada dalam damai, dan anda tidak pernah berjalan sendirian. Tuhan menyertai anda, hari ini dan selamanya. Amin.

Meditation
♪ “Damai Abadi (Version B)” — A song for Ben
Doa Umat

For the intentions entrusted to Ben on our prayer wall:

“Hey Ben - Sering mimpikan kamu. Harap kamu sedang berseronok di syurga sana. Tolong jagakan keluarga kita. Ingat untuk datang tegur setiap hari. Kami rindu sangat pada kamu!” — Dad
… we entrust to Ben, who carries it to the Lord.
℟ Ben, pray for us.
“Ben sayang, dalam tidur Abang Huy, Abang Huy melihat Ben datang melawat, memberikan doa agar kita berdua dapat bertemu semula. Semoga Tuhan mengabulkan doa Ben, agar Ben mendapat kedamaian abadi di sisi Tuhan. Jika boleh, datanglah melawat Abang Huy lagi dalam mimpi-mimpi seterusnya ya, walaupun sekadar sapaan atau senyuman mesra seperti dahulu.”
… we entrust to Ben, who carries it to the Lord.
℟ Ben, pray for us.
“Ben, anakku sayang, rindu sangat pada Ben. Terima kasih kerana melawat kami dan Chú Chris malam tadi. Dia beritahu dia nampak Ben menerbangkan helikopter—begitu bebas, gembira, dan kuat di sana. Di sini, kami semakin hari semakin menangis. Sebahagian daripada hati ini terasa mati tanpamu, Ben. Tolong jaga kami, doakan untuk ibu, adik Ryan, dan saya, serta berikan kami kekuatan untuk teruskan hidup. Kami sayang Ben selamanya.” — Dad
… we entrust to Ben, who carries it to the Lord.
℟ Ben, pray for us.
“Ben sayang, dalam tidur Abang Huy, Abang Huy melihat Ben datang melawat, memberikan doa agar kita berdua dapat bertemu semula. Semoga Tuhan mengabulkan doa Ben, agar Ben mendapat kedamaian abadi di sisi Tuhan. Jika boleh, datanglah melawat Abang Huy lagi dalam mimpi-mimpi seterusnya ya, walaupun sekadar sapaan atau senyuman mesra seperti dahulu.”
… we entrust to Ben, who carries it to the Lord.
℟ Ben, pray for us.
“Hari ini genap 100 hari tanpamu. Rindu sangat pada Ben. Datanglah melawat bila-bila masa sahaja! Jumpa lagi nanti! Sayang kamu!” — Dad
… we entrust to Ben, who carries it to the Lord.
℟ Ben, pray for us.
“Ben, hari ini M pergi mengurus dokumen di Cam Ranh, melintasi Lapangan Terbang Cam Ranh. Tiba-tiba perbualan tentang kapal terbang bersama Ben kembali terlintas, terlalu banyak kenangan tentang Ben (M akan simpan rahsia kakaka). Si kecil nakal, tiba-tiba rasa sedih sangat bila teringat akan dirimu. Pergilah ke tempat-tempat yang Ben inginkan dan jangan lupa untuk sentiasa ingat akan keluarga kita ya, sayang adik banyak-banyak. Kalaulah !!!!!!!!!”
… we entrust to Ben, who carries it to the Lord.
℟ Ben, pray for us.
“Apa yang telah terjadi, anakku? Sudah 3 bulan sejak kamu meninggalkan kami. Terlalu merinduimu hingga seluruh badanku terasa sakit. Ibu menangis setiap hari sekarang... Apa yang harus kami lakukan sekarang, Ben? Tolong doakan kami.” — Dad
… we entrust to Ben, who carries it to the Lord.
℟ Ben, pray for us.
“Hey Ben, Rafael Rizzo dan adiknya Ben sangat memerlukan bantuanmu sekarang. Tolong kurniakan mereka kesihatan yang baik dan berikan mereka kekuatan untuk mengharungi semua ini bersama-sama. Tolong jagakan kesihatan Brandon dan Flor juga. Aku sangat merinduimu. Aku tahu kamu berada di syurga, sedang mengawasi kami semua. Bila-bila ada kelapangan, singgahlah melawat, ya? Aku sangat sayangkanmu dan merinduimu!” — Dad
… we entrust to Ben, who carries it to the Lord.
℟ Ben, pray for us.

🕯 Light your own prayer on the prayer wall →

The Lord’s Prayer

At the Savior’s command and formed by divine teaching, we dare to say:

Bapa kami yang ada di syurga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam syurga. Berilah kami rezeki pada hari ini, dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami mengampuni orang yang bersalah kepada kami, dan janganlah masukkan kami ke dalam pencubaan, tetapi lepaskanlah kami daripada yang jahat. Amin.

Komuni Rohani
Yesusku, aku percaya bahwa Engkau hadir dalam Sakramen Mahakudus. Aku mengasihi-Mu melebihi segala sesuatu, dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam jiwaku. Karena sekarang aku tidak dapat menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi, datanglah sekurang-kurangnya secara rohani ke dalam hatiku. Seolah-olah Engkau telah datang, aku memeluk-Mu dan mempersatukan diriku sepenuhnya kepada-Mu; jangan biarkan aku terpisah daripada-Mu. Amin.
Communion Song
♪ “Hadir-Mu Nyata (Version A)” — A song for Ben
Penutup

Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita daripada segala yang jahat, dan membawa kita kepada kehidupan yang kekal. Amin.

✝ Semoga Saudara sekalian dilimpahi berkat Allah yang mahakuasa: Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus. Amin.

Closing Song
♪ “Harapan Pulang (Version A)” — A song for Ben
Earlier Days
🌐 Languages
Questions or comments? [email protected]