Dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus. Amin. Semoga rahmat Tuhan kita Yesus Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus bersamamu.
Tuhan Yesus, Engkau memeluk kami dengan kasih perjanjian yang kekal: Kasihanilah kami. Kristus Yesus, Engkau mengajar kami untuk mengasihi dan mengorbankan diri demi sesama: Kasihanilah kami. Tuhan Yesus, Engkau adalah penyelamat dan kekuatan kami dalam segala duka: Kasihanilah kami.
“Aku lalu di dekatmu dan melihat engkau … Aku mengikat perjanjian denganmu, dan engkau menjadi milik-Ku, demikianlah firman Tuhan Allah.”
Betapa indahnya firman Tuhan melalui Nabi Yehezkiel hari ini! Allah menggambarkan bagaimana Dia menemukan kita dalam kelemahan, memandikan kita, mengenakan pakaian kemuliaan pada kita, dan memeluk kita sebagai milik-Nya yang abadi. Dan hari ini, Gereja merayakan peringatan Santo Maksimilianus Kolbe, seorang imam yang memberikan nyawanya sendiri di kem tahanan demi menyelamatkan seorang ayah. Cinta sejati tidak pernah berkira; ia memberi tanpa syarat.
Lapan minggu telah berlalu sejak Benjamin Vo dipanggil pulang ke rumah Bapa. Lapan minggu yang penuh kerinduan bagi Alan, Thao, dan Ryan. Namun apabila kita merenungkan firman hari ini, kita melihat betapa indahnya kasih Tuhan yang telah terpancar dalam hidup Ben.
Benjamin adalah seorang anak muda yang mempunyai hati yang sangat lembut dan dermawan. Ingatkah kita ketika bapa saudaranya, William, menderita strok? Ben, yang ketika itu baru berusia 15 tahun, tanpa ragu-ragu bersedia menyerahkan seluruh wang simpanannya dalam tabung ayam untuk membantu. Jiwa Benjamin begitu murni! Dia tidak menyimpan untuk dirinya sendiri, tetapi rela memberi segala yang ada padanya demi orang yang dikasihinya.
Cinta yang tulus dan tidak mementingkan diri seperti yang ditunjukkan oleh Ben adalah cerminan daripada kasih Allah sendiri. Dalam Injil hari ini, Yesus mengingatkan kita tentang ikatan kasih yang direka oleh Allah sejak awal—ikatan yang tidak dapat dipisahkan. Perjanjian kasih Allah dengan Benjamin adalah abadi. Ben tidak hilang; dia berada dalam dakapan Bapa yang telah berkata kepadanya, “Engkau menjadi milik-Ku.”
Kepada Alan dan Thao yang amat dikasihi … kasih yang kamu curahkan kepada Ben telah membentuk seorang anak yang berhati emas. Keagungan hatinya adalah bukti keindahan kasih yang ada dalam rumah kamu.
Kepada Ryan, simpanlah sentiasa teladan kebaikan abangmu dalam hatimu. Kepada para bapa saudara, ibu saudara, dan seluruh sahabat yang menyertai doa ini dari jauh—terutamanya anak-anak yang sedang menderita sakit dan keluarga yang memikul salib yang berat … semoga kamu merasakan kehangatan kasih Tuhan yang memeluk kamu hari ini.
Bersama Bonda Maria dan Santo Maksimilianus Kolbe, mari kita meletakkan seluruh harapan kita kepada Yesus, yakin bahawa kasih yang sejati tidak akan pernah berakhir. Amin.
For the intentions entrusted to Ben on our prayer wall:
At the Savior’s command and formed by divine teaching, we dare to say:
Bapa kami yang ada di syurga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam syurga. Berilah kami rezeki pada hari ini, dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami mengampuni orang yang bersalah kepada kami, dan janganlah masukkan kami ke dalam pencubaan, tetapi lepaskanlah kami daripada yang jahat. Amin.
Semoga Allah yang maha kuasa memberkati kita, memelihara kita daripada segala yang jahat, dan membawa kita ke hidup yang kekal. Amin.
✝ Semoga Saudara sekalian dilimpahi berkat Allah yang mahakuasa: Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus. Amin.