Dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus. Semoga damai sejahtera dan rahmat Allah Bapa beserta kita semua.
Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah Gembala Baik yang senantiasa mencari dan merawat domba-domba-Mu: Tuhan, kasihanilah kami. Kristus Yesus, Engkaulah Tuan Kebun Anggur yang penuh kemurahan dan belas kasih: Kristus, kasihanilah kami. Tuhan Yesus, Engkaulah yang menuntun kami melewati lembah kelam menuju kediaman abadi Bapa: Tuhan, kasihanilah kami.
Bagaimana sesungguhnya Allah mengukur sebuah kehidupan?
Dalam perumpamaan Injil hari ini, Sang Pemilik Kebun Anggur memanggil para pekerja, bahkan mereka yang baru datang pada jam lima sore, dan memberikan upah penuh yang sama. Dunia sering kali menilai kelayakan dari panjangnya waktu dan hitungan angka. Namun di hadapan Allah, kasih karunia tidak diukur dengan timbangan manusiawi… rahmat-Nya adalah anugerah murni yang berlimpah.
Janji pemeliharaan ini ditegaskan dalam nubuat Yehezkiel: "Aku sendiri akan memperhatikan domba-domba-Ku dan akan menggembalakannya." Sang Gembala Sejati tidak membiarkan satu pun dari kawanan-Nya hilang dalam kegelapan. Ia sendiri yang membalut, merawat, dan menuntun kita ke padang yang berumput hijau.
Sembilan minggu telah berlalu sejak Benjamin Vo melangkah pulang ke pelukan Gembala Agung. Bagi hati orang tua dan keluarga, kepergian seorang anak yang begitu muda sering kali memunculkan pertanyaan yang sunyi. Namun firman hari ini menenangkan jiwa kita… bagi Allah, hidup seorang anak tidak dinilai dari berapa lama ia singgah di bumi, melainkan dari kepenuhan kasih yang diterimanya dan dibagikannya.
Kita mengenang bagaimana Ben selalu memiliki pandangan yang terarah ke angkasa. Bersama ayahnya, Benjamin memiliki kegemaran mengamati pesawat terbang—*airport spotting*—memandangi burung-burung besi itu lepas landas menembus awan dengan binar mata penuh kekaguman dan mimpi tentang angkasa. Jiwa Ben yang murni, ceria, dan penuh rasa ingin tahu mencerminkan keindahan hati yang selalu siap terbang tinggi menuju kebaikan.
Kini, Benjamin telah menerima upah surgawi seutuhnya dari Sang Tuan Kehidupan. Ben tidak kekurangan suatu apa pun lagi; ia telah tiba di rumah Bapa yang luas dan damai.
Bagi Alan, Thao, dan Ryan… serta seluruh keluarga besar: yakinlah bahwa Sang Gembala Baik senantiasa berjalan di sisi kalian. Dalam kerinduan yang mendalam ini, biarlah tongkat dan gada-Nya memberikan kalian kekuatan untuk terus melangkah bersama dan merawat Ryan dengan penuh cinta.
Dan bagi semua yang mendengarkan dari kejauhan—anak-anak yang terbaring menanggung sakit, serta setiap keluarga yang memikul salib berat: ketahuilah bahwa kemurahan hati Allah melingkupi Anda seutuhnya. Tidak ada saat yang terlambat, dan tidak ada jiwa yang terlupakan bagi-Nya.
Dalam naungan Bunda Maria dan dekapan kasih Kristus Sang Gembala, kita menaruh pengharapan yang teguh. Amin.
For the intentions entrusted to Ben on our prayer wall:
Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran ilahi, maka beranilah kita berdoa:
Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini, dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin.
Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita dari segala yang jahat, dan menghantar kita ke hidup yang kekal. Dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus. Amin.
✝ Semoga Allah yang mahakuasa memberkati saudara sekalian, Bapa, dan Putra, (+) dan Roh Kudus. Amin.