Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin. Semoga rahmat Tuhan kita Yesus Kristus, cinta kasih Allah Bapa, dan persekutuan Roh Kudus bersamamu.
Tuhan Yesus Kristus, Engkau datang untuk mengumpulkan semua bangsa dalam belas kasihan-Mu: Kasihanilah kami. Kristus Yesus, Engkau mendengarkan seruan iman yang tekun dan tulus: Kasihanilah kami. Tuhan Yesus Kristus, Engkau membawa keselamatan dan pengharapan bagi setiap hati yang terluka: Kasihanilah kami.
Pernahkah Anda merasa berada di luar, merindukan seberkas belas kasihan yang tampaknya mustahil dijangkau?
Dalam Injil hari ini, seorang perempuan Kanaan—seorang asing tanpa hak istimewa—datang bersujud di hadapan Yesus. Ia tidak membawa tuntutan besar, hanya hati seorang ibu yang berduka dan satu doa yang jujur: "Tuhan, tolonglah aku."
Meski tampak ada rintangan, kerinduan jiwanya merobohkan segala sekat. Dan Yesus, yang melihat ke dalam kedalaman imannya, tersenyum dan bersabda: "Hai ibu, besar imanmu! Jadilah bagimu seperti yang kaukehendaki."
Nabi Yesaya pun telah menubuatkan bahwa rumah Tuhan adalah "rumah doa bagi segala bangsa." Kasih Allah tidak terbatas pada kelompok tertentu. Belas kasihan-Nya melampaui batas dan terbuka bagi siapa saja yang mendekat dengan tulus.
Sembilan minggu telah berlalu sejak Benjamin Vo dipanggil pulang ke rumah Bapa. Bagi Alan, Thao, dan adiknya Ryan, sembilan minggu ini adalah masa-masa rindu yang tak terucapkan.
Namun ketika kita merenungkan sabda tentang kasih yang tak bertepi ini, kita teringat akan ketulusan hati Ben yang luar biasa.
Benjamin adalah seorang anak yang sangat cerdas, namun keindahannya yang sejati ada pada hatinya yang lembut dan penuh empati. Ketika mendengar pamannya membutuhkan bantuan, Ben yang masih muda dengan sukarela mau menyerahkan seluruh isi celengannya untuk membantu. Bagi Ben, kasih bukan sekadar kata-kata… melainkan tindakan nyata untuk merangkul orang lain yang sedang berada dalam kesulitan.
Hati yang terbuka dan murah hati seperti inilah yang mencerminkan belas kasihan Kristus sendiri.
Kebaikan yang ditanamkan oleh Benjamin Vo terus hidup dan berbuah. Ben tidak hilang dari kita… ia kini berada aman di dalam dekapan Bapa, di rumah doa yang abadi bagi semua anak-anak Allah.
Untuk Alan, Thao, dan Ryan… serta seluruh paman dan bibi: pandanglah kebaikan murni yang telah diukir Ben dalam hidup kalian. Kasih itu abadi. Tetaplah saling bergandengan tangan dan berjalan bersama dalam kekuatan iman.
Dan bagi siapa pun yang mendengarkan dari jauh—anak-anak yang sedang berjuang dalam sakit, serta setiap keluarga yang memikul salib yang berat: serukanlah doa perempuan Kanaan itu. Tuhan mendengar setiap bisikan hati Anda, dan belas kasihan-Nya selalu cukup untuk menguatkan Anda.
Dalam naungan Bunda Maria dan kehangatan Kristus, kita menemukan pengharapan yang tidak pernah mengecewakan. Amin.
For the intentions entrusted to Ben on our prayer wall:
Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran ilahi, maka beranilah kita berdoa:
Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini, dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin.
Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita dari yang jahat, dan menghantar kita ke hidup yang kekal. Amin.
✝ Semoga Allah yang mahakuasa memberkati saudara sekalian, Bapa, dan Putra, (+) dan Roh Kudus. Amin.