Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin. Semoga rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan dari Tuhan kita Yesus Kristus bersamamu.
Tuhan Yesus Kristus, Engkau mengulurkan tangan-Mu saat kami tenggelam dalam ketakutan. Tuhan, kasihanilah kami. Kristus Yesus, Engkau memberikan kepastian dan harapan sejati di tengah gelora angin kehidupan. Kristus, kasihanilah kami. Tuhan Yesus Kristus, Engkau memulihkan dan menyembuhkan setiap orang yang datang kepada-Mu. Tuhan, kasihanilah kami.
Saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus,
Pernahkah Anda merasa angin kehidupan berhembus begitu kencang hingga membuat langkah Anda terhenti?
Dalam Injil hari ini, para murid berada di tengah laut yang diombang-ambingkan gelombang. Ketika Petrus mencoba melangkah di atas air menuju Yesus, ia melihat kuatnya angin lalu menjadi takut. Ia mulai tenggelam dan berteriak: “Tuhan, tolonglah aku!”
Dan apa yang dilakukan Yesus?
Seketika itu juga, Yesus mengulurkan tangan-Nya dan memegang dia…
Nabi Yeremia dalam Bacaan Pertama mengingatkan kita akan bedanya kepastian manusiawi dengan kebenaran Allah yang sejati. Di tengah badai dan teka-teki kehidupan, kepastian kita tidak terletak pada kalkulasi kita sendiri, melainkan pada Tangan Tuhan yang selalu terulur.
Tujuh minggu telah berlalu sejak Benjamin Vo dipanggil pulang ke rumah Bapa. Bagi Alan, Thao, dan adiknya tercinta Ryan, tujuh minggu ini bagaikan berjalan di tengah kecamuk rindu yang begitu berat.
Namun lihatlah keindahan jiwa Benjamin.
Ben adalah seorang anak dengan kecerdasan yang luar biasa. Ia menyukai matematika, logika, dan dunia pemrograman… Ia menikmati bagaimana baris-baris kode dapat tersusun dengan teratur dan masuk akal. Namun di balik pikirannya yang analitis dan tajam, Ben memiliki ketenangan hati yang sederhana: sebuah rasa percaya yang mendalam pada kasih orang tuanya. Ia tahu persis bagaimana rasanya berada dalam genggaman yang aman.
Ketika naluri dan logika kita tak sanggup menjawab 'mengapa' di tengah badai duka, Kristus tidak menuntut kita untuk memahami segalanya. Ia hanya meminta kita memandang wajah-Nya… dan membiarkan Tangan-Nya merangkul kita.
Tangan yang sama yang memegang Petrus saat tenggelam, kini memeluk Benjamin Vo dengan lembut dalam kedamaian abadi Surga. Dan Tangan itu pula yang sedang menopang Alan, Thao, dan Ryan hari ini.
Bagi Alan, Thao, dan Ryan… serta seluruh paman, bibi, dan keluarga besar: bersandarlah pada Tangan Kristus yang tidak pernah melepaskan Anda. Teruslah bergandengan tangan dan saling menguatkan demi Ryan.
Dan bagi siapa pun yang mendengarkan dari jauh—anak-anak yang sedang berjuang dalam sakit, serta setiap keluarga yang memikul beban berat: jangan takut saat gelombang terasa tinggi. Teriakkanlah doa sederhana Petrus: “Tuhan, tolonglah aku!”
Bersama Bunda Maria, mari kita percaya bahwa dalam genggaman Kristus, kita tidak akan pernah tenggelam. Amin.
For the intentions entrusted to Ben on our prayer wall:
Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran ilahi, maka beranilah kita berdoa:
Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini, dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin.
Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita dari yang jahat, dan menghantar kita ke kehidupan kekal. Amin.
✝ Semoga Allah yang mahakuasa memberkati saudara sekalian, Bapa, dan Putra, (+) dan Roh Kudus. Amin.