Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin. Rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa kita dan dari Tuhan Yesus Kristus bersamamu.
Tuhan Yesus, Engkau membangkitkan orang mati menuju kehidupan abadi. Tuhan, kasihanilah kami. Kristus, Engkau membawa sukacita dan pengharapan bagi jiwa yang berduka. Kristus, kasihanilah kami. Tuhan Yesus, Engkau memeluk kami dalam kasih-Mu yang abadi. Tuhan, kasihanilah kami.
Pernahkah Anda merasakan sukacita yang begitu murni saat bertemu dengan orang yang Anda cintai?
Dalam Injil hari ini, ketika Maria menyapa Elisabet, bayi dalam kandungannya melompat gembira. Maria lalu memekikkan pujian indah: "Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku… sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya."
Dan Rasul Paulus dalam Surat Korintus menegaskan janji yang menjadi landasan iman kita: "Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai buah sulung dari orang-orang yang telah meninggal." Maut bukanlah kata akhir, sebab Kristus telah mengalahkannya.
Sembilan minggu telah berlalu sejak Benjamin Vo dipanggil pulang ke rumah Bapa. Bagi Alan, Thao, dan Ryan, sembilan minggu ini adalah masa-masa kerinduan yang amat dalam.
Namun ketika kita merenungkan sabda tentang sukacita dan harapan ini, kita teringat akan pendar cahaya yang selalu dibawa oleh Benjamin.
Ingatkah kita saat Ben duduk di tepi Air Mancur Trevi di Roma? Di usianya yang keempat belas, wearing his cross necklace dan topi hitamnya, Benjamin tersenyum lebar memperlihatkan kawat giginya di bawah sinar matahari yang cerah. Dalam senyumnya yang lepas dan tatapannya yang hangat, ada sukacita polos yang memancar… sukacita yang menghadirkan kehangatan bagi siapa saja di sekitarnya.
Seperti jiwa yang melompat gembira dalam Injil hari ini, kehadiran Benjamin Vo senantiasa membawa kebahagiaan bagi keluarganya. Dan Kitab Wahyu mengingatkan kita bahwa anak yang dikasihi Allah itu kini telah dibawa ke hadapan takhta Bapa, berada aman dalam pelukan Kristus Sang Buah Sulung.
Benjamin tidak hilang. Ia kini hidup dalam kemuliaan Surga, menikmati sukacita abadi yang tak dapat direnggut oleh apa pun.
Untuk Alan, Thao, dan Ryan… serta seluruh paman dan bibi: simpanlah kehangatan senyum Ben dalam hati kalian. Kasih yang telah dipersatukan oleh Kristus tidak akan pernah terputus. Tetaplah saling menggenggam tangan dan melangkah bersama dalam pengharapan yang hidup.
Dan bagi siapa pun yang mendengarkan dari jauh—anak-anak yang sedang berjuang dalam sakit, serta setiap keluarga yang memikul beban berat: percayalah bahwa Tuhan memperhatikan kerendahan hati dan air mata Anda.
Dalam naungan Bunda Maria dan kemenangan Kristus, kita menemukan kedamaian yang sejati. Amin.
For the intentions entrusted to Ben on our prayer wall:
Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran ilahi, maka beranilah kita berdoa:
Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini, dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin.
Semoga Bapa yang maha pengasih memberkati kita, melindungi kita dari yang jahat, dan menghantar kita ke kehidupan abadi. Amin.
✝ Semoga Allah yang mahakuasa memberkati saudara sekalian, Bapa, dan Putra, (+) dan Roh Kudus. Amin.