Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin.
Semoga rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa kita dan dari Tuhan Yesus Kristus selalu menyertai Saudara sekalian.
Tuhan Kasihanilah Kami. Kristus Kasihanilah Kami. Tuhan Kasihanilah Kami.
Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,
Pernahkah kita merasa ada sesuatu yang perlu diperbaiki, namun kita ragu untuk mengatakannya? Kita khawatir akan reaksi orang lain, atau kita takut memperburuk keadaan.
Dalam Bacaan Pertama hari ini, Nabi Yehezkiel menyaksikan suatu penglihatan yang berat. Tuhan berseru agar mereka yang meratap dan berkeluh kesah atas segala kekejian yang dilakukan di Yerusalem ditandai dengan huruf 'Thau' di dahi mereka. Ini adalah tanda perlindungan di tengah penghakiman. Sebuah panggilan untuk bertobat, untuk kembali kepada kebenaran, agar tidak ikut tersapu oleh dosa yang merajalela.
Dan dalam Injil hari ini, Yesus memberikan kita sebuah pelajaran yang sangat praktis dan penuh kasih tentang bagaimana kita harus menghadapi konflik atau dosa dalam komunitas kita. Dia bersabda: "Jika saudaramu berbuat dosa terhadap engkau, pergilah dan tegurlah dia di bawah empat mata." Ini adalah sebuah ajakan untuk berani berbicara kebenaran, namun dengan cara yang penuh kasih, dengan tujuan untuk memenangkan kembali saudara kita, bukan untuk menghakimi atau mempermalukan.
Delapan minggu telah berlalu sejak Benjamin Vo dipanggil pulang ke rumah Bapa. Delapan minggu yang membawa kerinduan mendalam bagi Alan, Thao, dan adiknya, Ryan. Terkadang, dalam duka, kita mungkin merasa ingin menyalahkan diri sendiri atau orang lain atas apa yang terjadi. Kita mungkin bergumul dengan pertanyaan 'mengapa'.
Namun, Ben sendiri adalah contoh nyata dari hati yang selalu ingin membangun dan menyatukan. Benjamin adalah seorang anak yang memiliki rasa ingin tahu yang luar biasa. Ia suka menjelajahi hal-hal baru, dari dunia digital hingga keindahan burung-burung dan pesawat terbang. Ia bahkan dengan gembira bercerita tentang impiannya membangun 'Con Chim Airlines', sebuah ide yang selalu membuatnya tertawa dan tersenyum. Kegembiraan Ben dalam berbagi ide-ide ini adalah cerminan dari hatinya yang ingin menghubungkan, membangun, dan menciptakan hal-hal baik bersama orang lain.
Seperti yang Yesus ajarkan dalam Injil, tujuan kita adalah memenangkan kembali saudara kita, membangun kembali jembatan, dan bukan meruntuhkannya. Ben, dengan semangatnya yang polos dan penuh ide, selalu berusaha membangun kegembiraan dan kebersamaan. Kasihnya yang tulus, bahkan kesediaannya untuk menyerahkan seluruh tabungannya demi membantu pamannya yang sakit, menunjukkan hati yang selalu mencari kebaikan dan persatuan.
Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita bahwa kita dipanggil untuk menjadi pembawa damai, untuk mencari rekonsiliasi, dan untuk saling mendukung dalam kasih. Jika kita berkumpul dalam nama-Nya, Dia ada di tengah-tengah kita, memberikan kekuatan untuk menghadapi segala sesuatu.
Untuk Alan, Thao, dan Ryan, serta seluruh keluarga, paman, dan bibi: Di tengah kerinduan yang mendalam, ingatlah bahwa kasih Benjamin terus menyatukan kita. Teruslah saling menguatkan dan merangkul satu sama lain, terutama demi Ryan. Dalam kasih Kristus, kita menemukan kekuatan untuk terus melangkah maju, memaafkan, dan membangun kembali harapan.
Dan bagi siapa pun yang mendengarkan dari jauh—anak-anak yang sedang berjuang dalam sakit, serta setiap keluarga yang memikul salib berat: ketahuilah bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan Anda. Dia ada di tengah-tengah kita ketika kita berkumpul dalam nama-Nya, membawa penghiburan dan harapan yang abadi. Amin.
For the intentions entrusted to Ben on our prayer wall:
Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran ilahi, maka beranilah kita berdoa:
Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini, dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin.
Semoga Allah yang mahakuasa memberkati kita, Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin.
Pergilah, Misa sudah selesai, wartakanlah Injil dengan hidupmu.
✝ Semoga Allah yang mahakuasa memberkati saudara sekalian, Bapa, dan Putra, (+) dan Roh Kudus. Amin.