Sabda Harian

Pesta Yesus Menampakkan Diri di Gunung yang Kudus

Thursday, August 6, 2026 · in memory of Ben
Ibadat ini adalah pelengkap Misa, bukan pengganti Misa.
Ritus Pembuka

Dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus. Amin. Kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, cinta kasih Allah Bapa, dan persekutuan Roh Kudus bersamamu.

Tobat

Tuhan Yesus, Engkau menampakkan kemuliaan-Mu di atas gunung yang kudus untuk menguatkan hati para murid-Mu. Kasihanilah kami. Kristus Yesus, Engkau hadir sebagai Terang yang menyinari kegelapan hidup kami. Kasihanilah kami. Tuhan Yesus, Engkau mengajak kami untuk bangkit dan tidak takut. Kasihanilah kami.

♪ “Kyrie (Version B)” — A song for Ben
Sabda Allah
Bacaan Pertama · Daniel 7:9-10, 13-14
Sementara aku melihat, takhta-takhta diletakkan, lalu duduklah Yang Lanjut Usianya; pakaian-Nya putih seperti salju dan rambut-Nya bersih seperti bulu domba; takhta-Nya dari nyala api dan roda-rodanya dari api yang membara; suatu sungai api mengalir dan keluar dari hadapan-Nya; beribu-ribu melayani Dia, dan berlaksa-laksa berdiri di hadapan-Nya. Lalu duduklah Majelis Pengadilan dan dibuka-bukalah Kitab-kitab. Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; sampai ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dihadapkan kepada-Nya. Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan binasa.
Mazmur Tanggapan · Psalm 97:1-2, 5-6, 9
R. TUHAN adalah Raja, Yang Mahatinggi di atas seluruh bumi. TUHAN adalah Raja! Biarlah bumi bersorak-sorai, biarlah banyak pulau bersukacita! Awan dan kegelapan ada di sekeliling-Nya, keadilan dan hukum adalah tumpuan takhta-Nya. R. TUHAN adalah Raja, Yang Mahatinggi di atas seluruh bumi. Gunung-gunung luluh seperti lilin di hadapan TUHAN, di hadapan Tuhan seluruh bumi. Langit memberitakan keadilan-Nya, dan segala bangsa melihat kemuliaan-Nya. R. TUHAN adalah Raja, Yang Mahatinggi di atas seluruh bumi. Sebab Engkaulah, ya TUHAN, Yang Mahatinggi di atas seluruh bumi, Engkau sangat ditinggikan di atas segala allah. R. TUHAN adalah Raja, Yang Mahatinggi di atas seluruh bumi.
Bacaan Kedua · 2 Peter 1:16-19
Saudara-saudaraku yang terkasih: Kami tidak mengikuti dongeng-dongeng isapan jempol manusia, ketika kami memberitahukan kepadamu kuasa dan kedatangan Tuhan kita, Yesus Kristus, sebagai raja, melainkan kami adalah saksi mata dari kebesaran-Nya. Kami menyaksikan, bagaimana Ia menerima kehormatan dan kemuliaan dari Allah Bapa, ketika datang kepada-Nya suara dari Yang Mahamulia, yang mengatakan: “Inilah Anak yang Kuasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.” Suara itu kami dengar datang dari surga, ketika kami bersama-sama dengan Dia di atas gunung yang kudus itu. Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit di dalam hatimu.
Injil · Matthew 17:1-9
Sekali peristiwa, Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes saudaranya, dan mengambil jalan ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka menyendiri. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang. Maka tampak kepada mereka Musa dan Elia sedang berbicara dengan Dia. Kata Petrus kepada Yesus: “Tuhan, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Jika Engkau mau, biarlah kudirikan di sini tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia.” Dan tiba-tiba sedang ia berkata-kata, turunlah awan yang terang menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata: “Inilah Anak yang Kuasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia.” Mendengar itu tersungkurlah murid-murid-Nya dan mereka sangat ketakutan. Lalu Yesus datang kepada mereka dan menyentuh mereka sambil berkata: “Berdirilah, jangan takut!” Dan ketika mereka mengangkat kepala, mereka tidak melihat seorang pun selain Yesus seorang diri. Pada waktu mereka turun dari gunung itu, Yesus berpesan kepada mereka: “Jangan kamu ceritakan penglihatan itu kepada seorang pun sebelum Anak Manusia dibangkitkan dari antara orang mati.”
TUHAN adalah Raja, Yang Mahatinggi di atas seluruh bumi.
Renungan

Pernahkah Anda berdiri memandang ke atas awan-awan langit dan merasakan betapa indahnya keagungan Allah?

Hari ini, pada Pesta Transfigurasi Tuhan, Injil membawa kita naik ke gunung yang tinggi bersama Yesus. Di sana, wajah-Nya bercahaya seperti matahari, dan awan yang terang menaungi mereka. Suara Bapa terdengar dari dalam awan: “Inilah Anak yang Kuasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan; dengarkanlah Dia.”

Nabi Daniel pun melihat penglihatan akan Anak Manusia yang datang di atas awan-awan langit. Dan Rasul Petrus mengingatkan kita bahwa Sabda Tuhan adalah seperti “pelita yang bercahaya di tempat yang gelap, sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit.”

Ketika para murid tersungkur karena takut, apa yang dilakukan Yesus? Ia mendekat, menyentuh mereka, dan berkata: “Bangkitlah, jangan takut.”

Tujuh minggu telah berlalu sejak Benjamin Vo berpulang ke rumah Bapa. Bagi Alan, Thao, dan Ryan, kerinduan ini tentu masih terasa begitu tebal…

Namun ketika kita memikirkan awan-awan yang terang dan kemuliaan langit, kita teringat akan sebuah sukacita yang selalu membuat mata Ben berbinar. Benjamin memiliki kekaguman yang begitu dalam terhadap dunia penerbangan dan pesawat terbang. Betapa seringnya Ben tersenyum manis dan terkekeh gembira saat bercita-cita tentang dunia penerbangan… Saat melakoni *airport spotting* bersama ayahnya, Ben selalu memandang ke atas langit dengan rasa ingin tahu yang murni.

Bagi Benjamin, langit dan awan bukan sekadar batas pandangan, melainkan tempat di mana keindahan melambung tinggi.

Hari ini, Terang Transfigurasi membisikkan bahwa kegelapan duka tidak pernah memiliki kata terakhir. Ben tidak hilang; ia kini berada di dalam Terang Kristus yang abadi, melampaui awan-awan fana menuju pelukan Bapa.

Saat rasa cemas atau kesedihan menyapa, dengarlah sentuhan lembut Yesus yang berkata kepada hati kita: “Bangkitlah, jangan takut.”

Untuk Alan, Thao, dan Ryan… serta seluruh keluarga: tataplah langit dengan penuh pengharapan. Biarlah terang kasih Kristus menuntun langkah Anda untuk tetap saling menguatkan demi Ryan.

Dan bagi siapa pun yang mendengarkan dari jauh—anak-anak yang sedang sakit, serta setiap keluarga yang memikul beban berat: biarlah Sabda Tuhan menjadi pelita di tempat yang gelap hingga Bintang Timur terbit di hati kita.

Dalam pelukan Bunda Maria dan kemuliaan Kristus, kita melangkah dengan teguh. Amin.

Meditasi
♪ “Dalam Hening (Version A)” — A song for Ben
Doa Umat

For the intentions entrusted to Ben on our prayer wall:

“Hai Ben - sedang duduk di pesawat sambil memikirkanmu. Hidup ini begitu singkat. Aku masih tidak percaya kamu sudah tidak ada lagi di sini bersama kami. Terima kasih telah menjadi putraku di bumi ini selama 15 tahun. Aku berharap bisa berkumpul kembali denganmu selamanya di Surga suatu hari nanti. Sementara itu, tolong 'jagalah' orang tuamu seperti yang kamu janjikan padaku dalam mimpiku. Aku sangat mencintaimu, Ben.” — Dad
… kami serahkan kepada Ben, yang membawanya kepada Tuhan.
℟ Ben, doakanlah kami.
“Ben, hari ini aku gelisah lagi, mata terpejam tapi tidak bisa tidur. Aku banyak sekali memikirkan Ben. Sayang sekali padamu, Ben.”
… kami serahkan kepada Ben, yang membawanya kepada Tuhan.
℟ Ben, doakanlah kami.
“Makin hari makin merindukanmu, Ben. Semoga kamu bertemu teman-teman baru di Surga. Tolong bantu meredakan rasa sakit kami dan tolong bantu orang tua mana pun di luar sana di dunia yang sedang mengalami hal yang sama seperti yang kami alami. Semoga mereka menemukan semacam penghiburan, kasih, dan harapan untuk terus melangkah.”
… kami serahkan kepada Ben, yang membawanya kepada Tuhan.
℟ Ben, doakanlah kami.
“Aku sangat merindukanmu, Ben” — Dad
… kami serahkan kepada Ben, yang membawanya kepada Tuhan.
℟ Ben, doakanlah kami.
“Aku sangat merindukanmu, Anakku - sahabat terbaikku - teman main game PS5-ku! Tolong jagalah keluarga kita.” — Dad
… kami serahkan kepada Ben, yang membawanya kepada Tuhan.
℟ Ben, doakanlah kami.
“Mommy dan Daddy sangat merindukanmu, Ben. Tolong doakan kesehatan Mommy karena beliau tidak banyak tidur. Tolong doakan keluargamu di bumi dan agar belajar menjalani hidup ini tanpamu.” — Dad
… kami serahkan kepada Ben, yang membawanya kepada Tuhan.
℟ Ben, doakanlah kami.
“Ben, semoga rohmu tetap hidup dalam sukacita dan damai bersama Bapa Surgawi, dan semoga Dia mengutus malaikat-malaikat-Nya untuk menjaga orang tuamu dan saudaramu. Semoga mereka dihibur setiap hari dengan kasih dan rahmat-Nya, dan semoga kalian semua dipersatukan kembali selamanya suatu hari nanti sebagai keluarga yang kekal. Mengirimkan kasih kami untukmu!!!”
… kami serahkan kepada Ben, yang membawanya kepada Tuhan.
℟ Ben, doakanlah kami.
“Aku merindukanmu, Ben. Tolong bantu Ibu dan aku. Kami menderita dan merasakan kepedihan yang mendalam setiap hari. Tolong bantu kami memahami ini... Bagaimana kami bisa terus hidup dengan rasa sakit ini? Mengapa hati kami terasa seperti berada enam kaki di luar tubuh kami? Doakan kami agar kami dapat bertahan dan merawat saudaramu.”
… kami serahkan kepada Ben, yang membawanya kepada Tuhan.
℟ Ben, doakanlah kami.

🕯 Nyalakan doamu sendiri di dinding doa →

Doa Bapa Kami

Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran ilahi, maka beranilah kita berdoa:

Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini, dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin.

Komuni Batin
Ya Yesusku, aku percaya bahwa Engkau sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus. Aku mencintai-Mu di atas segala sesuatu, dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam jiwaku. Karena sekarang aku tidak dapat menyambut-Mu secara sakramental, datanglah sekurang-kurangnya secara rohani ke dalam hatiku. Aku memeluk-Mu seolah-olah Engkau telah datang, dan menyatukan diriku sepenuhnya kepada-Mu; jangan biarkan aku pernah terpisah daripada-Mu. Amin.
Lagu Komuni
♪ “Terang Kekudusan (Version A)” — A song for Ben
Ritus Penutup

Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita dari yang jahat, dan membawa kita ke kehidupan kekal dalam Kristus Yesus. Dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus. Amin.

✝ Semoga Allah yang mahakuasa memberkati saudara sekalian, Bapa, dan Putra, (+) dan Roh Kudus. Amin.

Lagu Penutup
♪ “Sampai Jumpa Kembali (Version A)” — A song for Ben
Hari-hari Sebelumnya
Questions or comments? [email protected]