Dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus. Amin. Semoga rahmat Tuhan kita Yesus Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus bersamamu.
Tuhan Yesus Kristus, Engkau mendengarkan jerit hati orang yang menderita: Tuhan, kasihanilah kami. Kristus Yesus, Engkau memulihkan duka menjadi sukacita abadi: Kristus, kasihanilah kami. Tuhan Yesus Kristus, Engkau menghimpun kami semua dalam kasih-Mu: Tuhan, kasihanilah kami.
Saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus,
Pernahkah Anda bertanya-tanya, bagaimana mungkin tawa dan nyanyian sukacita dapat kembali hadir di tempat yang pernah diliputi duka?
Dalam Bacaan Pertama hari ini, Nabi Yeremia menyampaikan warta dari TUHAN kepada bangsa yang sedang dirundung kesedihan mendalam. Luka mereka terasa begitu berat. Namun di tengah keheningan itu, Allah memberikan janji-Nya yang amat indah: “Dari antara mereka akan berkumandang nyanyian syukur dan suara orang-orang yang bersukaria.”
Allah tidak melupakan umat-Nya.
Ia memulihkan, merangkul, dan membawa kembali kedamaian…
Tujuh minggu telah berlalu sejak Benjamin Vo dipanggil pulang ke rumah Bapa. Bagi Alan, Thao, dan adiknya tercinta Ryan, tujuh minggu ini tentu diwarnai hari-hari yang sunyi dan kerinduan yang mendalam.
Namun jika kita mengenang kembali jejak langkah Benjamin, kita akan melihat betapa hidupnya selalu dipenuhi dengan semangat dan sukacita yang murni.
Ingatkah kita betapa gigihnya Ben?
Benjamin adalah seorang anak yang percaya bahwa yang terpenting dalam hidup adalah berusaha dengan segenap hati. Baik saat berlatih maupun ketika bertanding di lapangan bulu tangkis, Ben memberikan seluruh kerja kerasnya. Dan betapa bahagianya seluruh keluarga ketika Ben berhasil masuk ke dalam tim bulu tangkis! Wajahnya yang berseri dengan senyum khasnya membawa kehangatan dan kebanggaan bagi semua orang di sekitarnya.
Semangat dan sukacita yang dipancarkan Benjamin Vo adalah wujud keindahan yang dianugerahkan Tuhan dalam hidupnya.
Hari ini, Gereja memperingati Santo Yohanes Maria Vianney, seorang imam yang menyerahkan seluruh hidupnya untuk mendengarkan dan menguatkan jiwa-jiwa yang letih. Melalui teladannya, kita diingatkan bahwa Tuhan selalu hadir mendengarkan setiap keluh kesah dan kerinduan hati kita.
Mazmur hari ini pun menegaskan janji Tuhan: “Anak-anak hamba-Mu akan diam dengan tenteram.”
Kini, Benjamin berada dalam ketenteraman abadi di Surga. Sukacita dan tawa yang pernah ia bagikan tidak hilang ditelan waktu, melainkan tersimpan abadi di dalam pelukan Kristus.
Untuk Alan, Thao, dan Ryan… serta para paman, bibi, dan seluruh keluarga: genggamlah kenangan indah akan semangat Ben. Biarlah teladan kegigihan dan senyum bahagianya menguatkan Anda untuk tetap berjalan bersama, saling mengasihi dan menjaga demi Ryan.
Dan bagi siapa pun yang mendengarkan dari jauh—anak-anak yang sedang terbaring sakit, serta setiap keluarga yang sedang memikul beban berat: percayalah bahwa Tuhan memandang Anda dengan penuh belas kasihan. Bersama Bunda Maria, mari kita sandarkan hidup kita kepada Kristus, Sang Sumber Pengharapan Sejati. Amin.
For the intentions entrusted to Ben on our prayer wall:
Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran ilahi, maka beranilah kita berdoa:
Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini, dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin.
Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita dari yang jahat, dan menghantar kita ke hidup yang kekal. Amin.
✝ Semoga Allah yang mahakuasa memberkati saudara sekalian, Bapa, dan Putra, (+) dan Roh Kudus. Amin.