Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin. Semoga kasih setia Allah Bapa, kerahiman Tuhan Yesus Kristus, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kita sekalian.
Tuhan Yesus Kristus, Engkau tergerak oleh belas kasihan melihat kami yang haus dan lapar akan kasih-Mu: Tuhan, kasihanilah kami. Keluarga Kristus, Engkau meyakinkan kami bahwa tidak ada yang dapat memisahkan kami dari kasih-Mu: Kristus, kasihanilah kami. Tuhan Yesus, Engkau memberi kami air kehidupan dan kepuasan abadi di dalam Kerajaan-Mu: Tuhan, kasihanilah kami.
Saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus,
Dalam Injil hari ini, kita melihat Yesus yang menyingkir ke tempat yang sunyi… namun ketika Ia melihat orang banyak yang menyusul-Nya, hati-Nya tergerak oleh belas kasihan. Ia tidak mengusir mereka. Sebaliknya, dari lima roti dan dua ikan yang begitu sederhana, Yesus memberi makan ribuan orang hingga kenyang.
Mengapa Tuhan memberi kita begitu banyak kelimpahan belas kasihan di tempat yang sunyi?
Nabi Yesaya menyampaikan undangan Allah yang amat indah: "Ayo, hai semua orang yang haus, datanglah kepada air!" Dan Rasul Paulus menegaskan dengan penuh iman dalam Surat kepada Jemaat di Roma bahwa tidak ada apa pun—bahkan maut sekalipun—yang sanggup memisahkan kita dari kasih Allah dalam Kristus Yesus.
Tujuh minggu telah berlalu sejak Benjamin Vo dipanggil pulang ke rumah Bapa. Bagi Alan, Thao, dan adiknya tercinta Ryan, tujuh minggu ini tentu dipenuhi rasa rindu yang teramat dalam… sebuah kerinduan di tengah keheningan hati.
Namun lihatlah bagaimana kenangan akan Benjamin selalu menghadirkan kehangatan yang melimpah.
Ben adalah seorang anak yang memiliki kasih yang murni dan hati yang amat lembut. Ingatkah kita betapa cantiknya kebersamaan Ben bersama keluarganya saat menjelajahi pelbagai tempat di dunia, tertawa bersama, dan menikmati indahnya momen sederhana? Kehadiran Benjamin senantiasa membawa sukacita yang melimpah bagi keluarganya. Kasih yang ia pancarkan bagaikan santapan jiwa yang menguatkan siapa saja yang berada di dekatnya.
Hari ini, Kristus mengingatkan kita bahwa kasih yang sejati tidak akan pernah musnah.
Ketika Yesus memecah-mecahkan roti di atas rumput hijau, Ia menunjukkan bahwa dalam tangan-Nya, kasih yang tulus menjadi kelimpahan yang tak terbatas. Kehidupan Benjamin—meski terasa singkat di mata kita—kini aman dan abadi dalam genggaman Kristus. Tidak ada penderitaan, tidak ada batas ruang, dan tidak ada maut yang sanggup memisahkan Benjamin dari kasih Allah… atau memisahkan ikatan kasih Ben dari hati Alan, Thao, dan Ryan.
Untuk Alan, Thao, dan Ryan… serta seluruh paman, bibi, dan keluarga besar: percayalah bahwa Tangan Tuhan yang memberi makan dan memuaskan segala kebutuhan kini memeluk Benjamin Vo dengan kelembutan abadi. Tetaplah bergandengan tangan dan saling menguatkan demi Ryan.
Dan bagi siapa pun yang mendengarkan dari jauh—anak-anak yang sedang menderita sakit, serta setiap keluarga yang memikul salib duka yang berat: datanglah kepada Yesus, Sang Air Kehidupan. Dalam pelukan Bunda Maria dan belas kasihan Kristus, kita menemukan pengharapan yang tidak akan pernah padam. Amin.
For the intentions entrusted to Ben on our prayer wall:
Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran ilahi, maka beranilah kita berdoa:
Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini, dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin.
Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita dari yang jahat, dan menghantar kita ke kehidupan kekal. Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin.
✝ Semoga Allah yang mahakuasa memberkati saudara sekalian, Bapa, dan Putra, (+) dan Roh Kudus. Amin.