Sabda Harian

Kamis Pekan Biasa XVII

Thursday, July 30, 2026 · in memory of Ben
Ibadat ini adalah pelengkap Misa, bukan pengganti Misa.
Ritus Pembuka

Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin. Rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa kita dan dari Tuhan Yesus Kristus bersamamu.

Tobat

Tuhan Yesus, Engkau adalah Sang Periuk Agung yang membentuk hidup kami dengan kasih. Tuhan, kasihanilah kami. Kristus Yesus, Engkau mengumpulkan kami dalam pukat cinta-Mu dan memelihara jiwa kami. Kristus, kasihanilah kami. Tuhan Yesus, Engkau menghibur kami yang berduka dan menjanjikan kedamaian abadi. Tuhan, kasihanilah kami.

♪ “Kyrie (Version B)” — A song for Ben
Liturgi Sabda
Bacaan Pertama · Jeremiah 18:1-6
Firman yang datang dari TUHAN kepada Yeremia, bunyinya: "Pergilah dengan segera ke rumah tukang periuk! Di sana Aku akan memberitahukan firman-Ku kepadamu." Lalu pergilah aku ke rumah tukang periuk, dan kebetulan ia sedang bekerja dengan pelarikannya. Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya. Kemudian datanglah firman TUHAN kepadaku, bunyinya: "Masakan Aku tidak dapat bertindak kepada kamu seperti tukang periuk ini, hai kaum Israel! demikianlah firman TUHAN. Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku, hai kaum Israel!"
Mazmur Tanggapan · Psalm 146:1B-2, 3-4, 5-6ab
R. Berbahagialah orang yang memperoleh pertolongan dari Allah Yakub. Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Aku hendak memuji TUHAN selagi aku hidup, dan menyanyikan mazmur bagi Allahku selagi aku ada. R. Berbahagialah orang yang memperoleh pertolongan dari Allah Yakub. Janganlah percaya kepada bangsawan, kepada anak manusia yang tidak dapat memberi keselamatan. Apabila nyawanya melayang, ia kembali ke tanah; pada hari itu juga lenyaplah maksud-maksudnya. R. Berbahagialah orang yang memperoleh pertolongan dari Allah Yakub. Berbahagialah orang yang memperoleh pertolongan dari Allah Yakub, yang harapannya pada TUHAN, Allahnya: Dia yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya. R. Berbahagialah orang yang memperoleh pertolongan dari Allah Yakub.
Bacaan Injil · Matthew 13:47-53
Sekali peristiwa Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama pukat yang ditebarkan di laut, lalu mengumpulkan berbagai-bagai jenis ikan. Setelah penuh, pukat itupun ditarik orang ke pantai, lalu duduklah mereka dan mengumpulkan ikan yang baik ke dalam pasu dan ikan yang tidak baik dibuangnya. Demikianlah halnya pada akhir zaman: Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar, lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertak gigi. Mengertikah kamu semuanya itu?" Mereka menjawab: "Ya, kami mengerti." Maka berkatalah Yesus kepada mereka: "Karena itu setiap ahli Taurat yang menerima pelajaran dari hal Kerajaan Sorga itu seumpama tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama dari perbendaharaannya." Setelah Yesus selesai menyampaikan perumpamaan-perumpamaan itu, Ia pun pergi dari situ.
Berbahagialah orang yang memperoleh pertolongan dari Allah Yakub.
Khotbah

Saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus,

Hari ini Sabda Tuhan membawa kita ke dua tempat yang sangat menyentuh. Dalam Bacaan Pertama, Nabi Yeremia mengajak kita berdiri di rumah tukang periuk. Di sana, kita melihat bagaimana tanah liat diputar dan dibentuk dengan begitu lembut. Jika ada yang kurang sempurna, Sang Periuk tidak membuangnya begitu saja… Ia membentuknya kembali menjadi bejana baru yang indah.

Lalu dalam Injil, Yesus berbicara tentang perbendaharaan hati: seorang ahli Kerajaan Surga yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama dari ruang simpannya.

Pernahkah kita merasa hati kita terpukul dan rapuh seperti tanah liat di tengah kesedihan?

Enam minggu telah berlalu sejak Benjamin Vo dipanggil pulang. Bagi Alan, Thao, dan adiknya tercinta Ryan, enam minggu ini tentu dipenuhi rindu yang amat dalam. Dalam keheningan, mungkinkah ada rasa bersalah atau pertanyaan yang berbisik: *Apakah ada yang kurang kami lakukan?*

Dengarkanlah kebenaran dari Kristus hari ini. Penderitaan dan sakit penyakit bukanlah hukuman dari Allah, dan kehilangan ini sama sekali bukan karena kesalahan atau kelalaian siapa pun. Anda telah mencintai dan menjaga Ben dengan segenap jiwa. Di tangan Sang Periuk Agung, hidup Benjamin—meski singkat—adalah karya yang dibentuk dengan kelembutan dan cinta abadi.

Benjamin adalah seorang anak yang memiliki perbendaharaan hati yang amat indah. Dari hatinya yang tulus, ia selalu mengeluarkan harta kebaikan. Ingatkah kita betapa bahagianya Ben saat berbagi ide, atau betapa besar empatinya ketika ia tanpa ragu rela menyerahkan seluruh isi tabungannya demi membantu paman yang dikasihi? Kasih Ben tidak bersyarat; hatinya selalu tergerak untuk memberi dan merawat orang lain.

Kini, tanah liat hidup Benjamin Vo berada aman dalam genggaman Tangan Bapa. Tidak ada lagi penderitaan. Bersama Santo Carlo Acutis dan para kudus, Ben menikmati perjamuan abadi.

Bagi Alan, Thao, dan Ryan… serta seluruh paman, bibi, dan keluarga: biarlah kebaikan dan belas kasih yang pernah dipancarkan Benjamin menjadi pelita yang menguatkan Anda untuk terus melangkah bersama. Tetaplah saling menggenggam demi Ryan.

Dan bagi siapa pun yang mendengarkan dari jauh—anak-anak yang sedang berjuang dalam rasa sakit, serta setiap keluarga yang memikul salib berat: ketahuilah bahwa Sang Periuk Agung memegang hidupmu dengan lembut. Dalam pelukan Bunda Maria dan Kristus, mari kita temukan harapan yang tidak akan pernah padam. Amin.

Meditasi
♪ “Dalam Hening (Version A)” — A song for Ben
Doa Umat

For the intentions entrusted to Ben on our prayer wall:

“Aku sangat merindukanmu, Ben” — Dad
… kami serahkan kepada Ben, yang membawanya kepada Tuhan.
℟ Ben, doakanlah kami.
“Aku sangat merindukanmu, Anakku - sahabat terbaikku - teman main game PS5-ku! Tolong jagalah keluarga kita.” — Dad
… kami serahkan kepada Ben, yang membawanya kepada Tuhan.
℟ Ben, doakanlah kami.
“Mommy dan Daddy sangat merindukanmu, Ben. Tolong doakan kesehatan Mommy karena beliau tidak banyak tidur. Tolong doakan keluargamu di bumi dan agar belajar menjalani hidup ini tanpamu.” — Dad
… kami serahkan kepada Ben, yang membawanya kepada Tuhan.
℟ Ben, doakanlah kami.
“Ben, semoga rohmu tetap hidup dalam sukacita dan damai bersama Bapa Surgawi, dan semoga Dia mengutus malaikat-malaikat-Nya untuk menjaga orang tuamu dan saudaramu. Semoga mereka dihibur setiap hari dengan kasih dan rahmat-Nya, dan semoga kalian semua dipersatukan kembali selamanya suatu hari nanti sebagai keluarga yang kekal. Mengirimkan kasih kami untukmu!!!”
… kami serahkan kepada Ben, yang membawanya kepada Tuhan.
℟ Ben, doakanlah kami.
“Aku merindukanmu, Ben. Tolong bantu Ibu dan aku. Kami menderita dan merasakan kepedihan yang mendalam setiap hari. Tolong bantu kami memahami ini... Bagaimana kami bisa terus hidup dengan rasa sakit ini? Mengapa hati kami terasa seperti berada enam kaki di luar tubuh kami? Doakan kami agar kami dapat bertahan dan merawat saudaramu.”
… kami serahkan kepada Ben, yang membawanya kepada Tuhan.
℟ Ben, doakanlah kami.
“Ben, kami sangat merindukanmu... Tolong berikan Ryan kekuatan untuk melanjutkan hidup tanpamu di sisinya. Mama dan Papa akan menemukan cara kami sendiri untuk tetap sehat dan kuat demi Ryan. Kami butuh semua cinta dan doamu untuk Ryan. Aku mencintaimu dan akan selalu begitu. Tolong datang menyapa setiap hari...” — Dad
… kami serahkan kepada Ben, yang membawanya kepada Tuhan.
℟ Ben, doakanlah kami.
“6 jam lagi sampai HK, baru tahun lalu kamu bersama kami. Adikmu entah kenapa terlihat sangat gembira. Mungkin kamu ikut bepergian dengan kami? Aku sangat merindukanmu Ben. Tolong doakan hati, jiwa, dan pikiran kami agar belajar menerima dan terus hidup tanpa Ben.” — Sad
… kami serahkan kepada Ben, yang membawanya kepada Tuhan.
℟ Ben, doakanlah kami.
“Giờ này Ben đang bình yên nơi Thiên Đàng, nơi dành cho những thiên thần mang trong mình sự hiền lành, yêu thương. Ben à, em sẽ mãi là một người anh tuyệt vời của Ryan. Dù không còn đồng hành trên những chặng đường phía trước, anh tin rằng từ Thiên Đàng, em vẫn luôn dõi theo, chở che và soi sáng cho Ryan bằng tình yêu của một người anh chưa bao giờ ngừng yêu thương em mình. Cả gia đình luôn tin rằng tình yêu không kết thúc khi phải chia xa. Chỉ là từ nay, cả nhà yêu thương và nhớ về Ben theo một cách khác. Em sẽ luôn là một phần không thể thiếu của gia đình, hôm nay,ngày mai và mãi mãi.Miss u!” — Anh Minh
… kami serahkan kepada Ben, yang membawanya kepada Tuhan.
℟ Ben, doakanlah kami.

🕯 Nyalakan doamu sendiri di dinding doa →

Doa Bapa Kami

Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran ilahi, maka beranilah kita berdoa:

Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini, dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin.

Komuni Batin
Yesusku, aku percaya bahwa Engkau sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus. Aku mencintai-Mu di atas segala sesuatu, dan aku merindukan Kehadiran-Mu dalam jiwaku. Karena aku tidak dapat menerima-Mu secara sakramental saat ini, datanglah sekurang-kurangnya secara rohani ke dalam hatiku. Aku memeluk-Mu seolah-olah Engkau telah datang, dan menyatukan diriku sepenuhnya kepada-Mu; jangan biarkan aku pernah terpisah dari-Mu. Amin.
Lagu Komuni
♪ “Terang Kekudusan (Version A)” — A song for Ben
Ritus Penutup

Semoga Bapa yang Maha Pengasih memberkati kita, menyembuhkan luka hati kita, dan membimbing langkah kita dalam damai sejahtera-Nya. Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin.

✝ Semoga Allah yang mahakuasa memberkati saudara sekalian, Bapa, dan Putra, (+) dan Roh Kudus. Amin.

Lagu Penutup
♪ “Sampai Jumpa Kembali (Version A)” — A song for Ben
Hari-hari Sebelumnya
Questions or comments? [email protected]