Dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus. Amin.
Saudari-saudaraku terkasih dalam Kristus, selamat pagi. Marilah kita membuka hati kita dalam doa.
Tuhan kasihanilah kami. Kristus kasihanilah kami. Tuhan kasihanilah kami.
Saudari-saudaraku terkasih dalam Kristus,
Hari ini, Yesus menghadirkan kepada kita dua perumpamaan yang indah dan penuh harapan: biji sesawi dan ragi. Ia berkata, “Kerajaan surga itu ibarat biji sesawi yang diambil seseorang dan ditaburkan di ladangnya. Memang biji itu yang terkecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu menjadi lebih besar dari tanaman lain.” Dan kemudian, perumpamaan tentang ragi, “Kerajaan surga itu ibarat ragi yang diambil seorang perempuan dan dicampurkan pada tiga takar tepung sampai seluruhnya mengembang.”
Kedua gambaran ini berbicara tentang awal yang kecil, yang mungkin tampak tidak signifikan, namun memiliki potensi luar biasa untuk tumbuh dan mengubah segalanya. Biji sesawi yang terkecil menjadi tanaman terbesar, tempat burung-burung bersarang. Ragi yang sedikit dapat membuat seluruh adonan mengembang. Ini adalah gambaran tentang bagaimana Kerajaan Allah bekerja dalam hidup kita: seringkali dimulai dari hal-hal kecil, dari tindakan iman yang sederhana, dari kasih yang tulus, namun mampu menghasilkan dampak yang besar dan abadi.
Dalam Bacaan Pertama kita dari Kitab Yeremia, kita mendengar tentang kain pinggang yang busuk karena tidak mendengarkan firman Tuhan. Ini adalah peringatan tentang bahaya hati yang menolak untuk berpegang teguh pada Tuhan. Namun, perumpamaan Yesus hari ini menawarkan kita jalan yang berbeda: jalan pertumbuhan, jalan transformasi. Kerajaan Allah tidak pernah statis; ia selalu bertumbuh, selalu mengembang, selalu mengundang kita untuk menjadi bagian dari sesuatu yang jauh lebih besar dari diri kita sendiri.
Benjamin Vo, Ben yang kita kasihi, adalah seorang anak yang memiliki senyum yang tak pernah pudar, selalu ceria dan penuh kebahagiaan. Senyumnya, kegembiraannya yang seolah tak pernah berakhir, adalah seperti biji sesawi atau ragi yang berdaya ubah. Senyumnya yang tulus mampu menerangi ruangan, mengubah suasana, dan membawa sukacita bagi orang-orang di sekitarnya. Itu adalah hal kecil, sebuah ekspresi wajah, tetapi dampak kebahagiaan yang ia bagikan sangat besar, menyentuh hati banyak orang dan meninggalkan kesan yang mendalam. Ia adalah bukti hidup bahwa hal-hal kecil yang tulus dapat memiliki kekuatan transformatif yang luar biasa.
Enam minggu telah berlalu sejak Benjamin pergi. Bagi Alan dan Thao, bagi Ryan, dan bagi semua paman, bibi, serta mereka yang sangat mencintai Benjamin, saya tahu bahwa kesedihan ini dapat terasa begitu besar, begitu menekan. Mungkin ada saat-saat di mana Anda merasa kecil, rapuh, dan kehilangan harapan. Namun, ingatlah perumpamaan Yesus hari ini. Bahkan dari biji yang terkecil, atau ragi yang sedikit, Tuhan dapat menumbuhkan sesuatu yang luar biasa. Kasih yang Benjamin tinggalkan, kenangan akan senyum cerianya, adalah seperti biji sesawi itu. Ia mungkin terasa kecil sekarang di tengah duka yang begitu besar, tetapi ia memiliki potensi untuk tumbuh menjadi pohon harapan yang kokoh di hati Anda.
Bagi kita semua yang berduka, marilah kita berpegang pada janji Kerajaan Allah yang bertumbuh ini. Marilah kita izinkan kasih Benjamin, dan kasih Tuhan, menjadi ragi yang mengembang dalam hati kita, mengubah kesedihan menjadi pengharapan, dan kerapuhan menjadi kekuatan. Dan bagi siapa pun yang mendengarkan dari jauh, terutama anak-anak lain yang menderita, atau keluarga mana pun yang memikul salib yang berat: Tuhan melihat setiap biji kecil iman dan kasih dalam diri Anda. Dia akan menumbuhkannya, dan Dia akan menggunakan Anda untuk membawa kebaikan dan harapan bagi dunia. Jangan pernah meremehkan kekuatan hal-hal kecil yang Anda miliki, karena di dalamnya, Kerajaan Allah bekerja. Amin.
For the intentions entrusted to Ben on our prayer wall:
Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran ilahi, maka beranilah kita berdoa:
Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini, dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin.
Semoga Allah yang Mahakuasa memberkati kita, Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus. Amin.
Pergilah dalam damai, memuliakan Tuhan dengan hidupmu.
✝ Semoga Allah yang mahakuasa memberkati saudara sekalian, Bapa, dan Putra, (+) dan Roh Kudus. Amin.