Dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus. Amin.
Saudari-saudaraku terkasih dalam Kristus, selamat datang dalam Liturgi Sabda dan Doa hari ini. Marilah kita membuka hati kita kepada Tuhan.
Tuhan kasihanilah kami. Kristus kasihanilah kami. Tuhan kasihanilah kami.
Saudari-saudaraku terkasih dalam Kristus,
Bacaan-bacaan kita hari ini berbicara tentang kesabaran Allah dan kebijaksanaan-Nya yang tak terbatas. Dalam Bacaan Pertama dari Kitab Kebijaksanaan, kita diingatkan bahwa Tuhan adalah "penguasa atas segala sesuatu" yang "menghakimi dengan kemurahan hati, dan dengan sangat lunak Engkau memerintah kami." Betapa melegakan kata-kata ini, bukan? Allah kita bukanlah hakim yang kejam, melainkan Bapa yang penuh kasih, yang tahu bagaimana memimpin kita dengan kelembutan.
Kemudian, dalam Injil, Yesus menceritakan perumpamaan tentang lalang di ladang. Seorang musuh menaburkan lalang di antara gandum yang baik. Ketika para budak bertanya apakah mereka harus mencabut lalang itu, tuan itu menjawab, "Jangan, nanti sewaktu kamu mencabut lalang itu, gandum itu ikut tercabut." Biarkan keduanya tumbuh bersama sampai panen. Ini adalah gambaran yang kuat tentang kesabaran Allah. Ia tidak tergesa-gesa untuk menghakimi, melainkan memberi waktu bagi setiap orang untuk bertumbuh, untuk bertobat, untuk menjadi 'gandum' yang baik.
Betapa seringnya kita ingin segera melihat keadilan ditegakkan, bukan? Kita ingin 'lalang' segera dicabut. Tetapi Tuhan memiliki rencana yang lebih besar, pandangan yang lebih luas. Ia tahu bahwa dalam proses itu, kita mungkin merusak 'gandum' yang berharga. Ia memberi kita waktu, memberi kita kesempatan, dan Ia memerintah dengan kemurahan hati yang tak terbatas.
Benjamin Vo, Ben yang kita cintai, adalah seorang anak yang memiliki rasa ingin tahu yang luar biasa. Ia adalah seorang yang cerdas, selalu ingin tahu bagaimana segala sesuatu bekerja, dari teknologi canggih hingga mekanisme pesawat terbang. Rasa ingin tahu Ben ini, semangatnya untuk belajar dan memahami, adalah cerminan dari keinginan hati manusia untuk mencari kebenaran, untuk mencari hikmat. Ia selalu ingin tahu lebih banyak, dan itu adalah karunia yang indah.
Lima minggu telah berlalu sejak Benjamin pergi. Bagi Alan dan Thao, bagi Ryan, dan bagi semua paman, bibi, dan orang-orang terkasih yang merasakan kehampaan ini, saya tahu bahwa kesedihan itu masih ada. Mungkin ada pertanyaan mengapa, mengapa sekarang. Tetapi ingatlah kesabaran Allah yang tak terbatas. Ia adalah Allah yang memerintah dengan kemurahan hati, yang tidak pernah salah dalam penghakiman-Nya. Ben sekarang berada dalam pelukan Bapa yang penuh kasih itu, di mana segala rasa ingin tahunya telah terpenuhi dalam kebijaksanaan ilahi.
Bagi kita yang masih di sini, yang masih bergumul dengan 'lalang' dalam hidup kita dan di dunia ini, marilah kita belajar dari kesabaran Tuhan. Marilah kita percaya pada kemurahan hati-Nya. Ia akan memisahkan 'gandum' dari 'lalang' pada waktu-Nya sendiri, dan Ia akan melakukannya dengan keadilan dan kasih yang sempurna. Dan bagi siapa pun yang mendengarkan dari jauh, terutama anak-anak lain yang mungkin menderita, atau keluarga mana pun yang memikul salib yang berat: Tuhan melihat Anda. Ia memegang Anda. Ia tidak pernah meninggalkan Anda. Ia adalah Allah yang baik dan pemaaf, yang melimpah dalam kasih setia. Marilah kita bersinar seperti matahari dalam kerajaan Bapa, seperti yang dijanjikan Yesus. Amin.
For the intentions entrusted to Ben on our prayer wall:
Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran ilahi, maka beranilah kita berdoa:
Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini, dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin.
Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita dari segala yang jahat, dan membawa kita ke kehidupan yang kekal. Amin.
✝ Semoga Allah yang mahakuasa memberkati saudara sekalian, Bapa, dan Putra, (+) dan Roh Kudus. Amin.