Dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus. Amin.
Saudari-saudaraku terkasih dalam Kristus, marilah kita memulai ibadat sabda dan doa kita hari ini dengan hati yang terbuka.
Tuhan, kasihanilah kami. Kristus, kasihanilah kami. Tuhan, kasihanilah kami.
Saudari-saudaraku terkasih dalam Kristus,
Bacaan-bacaan kita hari ini menawarkan penghiburan yang mendalam, sebuah undangan yang lembut dari Tuhan sendiri. Yesaya berbicara tentang jalan orang benar yang diluruskan, tentang jiwa yang merindukan Tuhan di malam hari, dan janji kebangkitan. Mazmur mengingatkan kita bahwa Tuhan memandang bumi dari surga, mendengar rintihan para tahanan, dan membebaskan mereka yang terkutuk untuk mati. Dan kemudian, Yesus sendiri mengundang kita: "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu."
Undangan ini sangat kuat, bukan? Ini adalah janji istirahat, janji kelegaan bagi jiwa yang lelah. Kita semua, pada suatu waktu, merasa letih lesu, berbeban berat. Mungkin oleh kekhawatiran, oleh kesedihan, oleh pertanyaan-pertanyaan yang tidak terjawab. Dunia ini bisa menjadi tempat yang berat.
Benjamin Vo, Ben yang kita cintai, memiliki semangat yang luar biasa. Saya ingat bagaimana ia selalu tersenyum, senyum yang begitu tulus dan menular. Itu adalah senyum yang mencerminkan hati yang lembut dan rasa ingin tahu yang tak terbatas tentang dunia. Ia melihat keindahan dan kemungkinan di mana-mana. Ben tidak pernah takut untuk mencoba, untuk belajar, untuk memeluk setiap momen dengan sukacita. Semangatnya yang lembut dan senyumnya yang cerah adalah karunia bagi kita semua.
Sekarang, Ben telah menemukan istirahat yang dijanjikan Yesus. Ia telah datang kepada-Nya, dan Yesus telah memberinya kelegaan. Bagi kita yang masih dalam perjalanan, yang masih membawa beban, undangan Yesus tetap berlaku. "Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan." Kuk Yesus itu mudah, dan beban-Nya ringan. Ini bukan berarti kita tidak akan merasakan sakit atau kesedihan, tetapi itu berarti kita tidak akan pernah sendirian dalam menanggungnya.
Bagi Alan dan Thao, bagi Ryan, dan bagi semua paman, bibi, dan orang-orang terkasih yang merasakan kehampaan ini, saya tahu betapa beratnya beban ini. Namun, ingatlah bahwa Tuhan memandang dari surga. Ia melihat air mata Anda, Ia mendengar rintihan hati Anda. Ia memegang Ben dalam pelukan-Nya, dan Ia juga memegang Anda. Biarkanlah sukacita dan senyum Ben menjadi pengingat akan kasih Allah yang tak terbatas, kasih yang bahkan dalam kematian pun tidak pernah padam.
Dan bagi siapa pun yang mendengarkan ini dari jauh, terutama anak-anak lain yang menderita, atau keluarga mana pun yang memikul salib yang berat: Anda tidak sendirian. Tuhan melihat Anda. Ia peduli. Datanglah kepada Yesus dengan segala beban Anda. Ia akan memberi Anda istirahat. Ia akan memberi Anda harapan. Ia akan memberi Anda kekuatan untuk terus melangkah, untuk hidup bagi satu sama lain, dan untuk membiarkan kasih-Nya mengalir melalui Anda, sama seperti kasih Ben mengalir melalui kita semua.
Marilah kita terus berpegang pada janji-janji-Nya, pada penghiburan-Nya, dan pada harapan akan kebangkitan. Amin.
For the intentions entrusted to Ben on our prayer wall:
Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran ilahi, maka beranilah kita berdoa:
Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini, dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin.
Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita dari segala yang jahat, dan membawa kita ke kehidupan abadi. Amin.
✝ Semoga Allah yang mahakuasa memberkati saudara sekalian, Bapa, dan Putra, (+) dan Roh Kudus. Amin.